Menyambut Resiko dengan Cerdas (Bagian 2)

Menyambut Resiko dengan Cerdas bagian 2Mari kita lanjutkan pembahasan posting terdahulu tentang bagaimana menyikapi resiko secara cerdas.

Mungkin kita banyak menghabiskan waku membaca buku, mendengarkan program audio, dan mengikuti seminar internet marketing. Semua itu memang menyita banyak waktu. Tapi sedikit banyak kegiatan itu membantu membangun hal positif dalam diri kita.

Kehendak kita untuk terus belajar tak jarang menumbuhkan inspirasi baru untuk mengembangkan bisnis yang kita punya. Serta berlanjut lewat action nyata, inspirasi itu menjadi gebrakan yang bisa mengubah hidup kita selamanya. Paduan antara pengetahuan dengan action nyata telah memacu hidup kita menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Karena itu, hampir setiap minggu, toko buku menjadi tempat kunjungan wajib keluarga. Setiap anggota keluarga bisa memilih buku yang disuka. Kalau saya biasanya pilih buku-buku untuk mengembangkan bisnis. Kalau istri, biasanya suka pilih novel. Dan kalau si kecil Dimas, anak pertama saya, sukanya buku-buku mewarnai.

Di samping itu, kehausan saya untuk mengembangkan bisnis dipuaskan dalam hardisk laptop saya yang sampai penuh oleh ribuan e-book, audio, dan video seputar internet marketing. Tidak sedikit yang merupakan hasil pembelian. Saya yakin, investasi yang saya keluarkan dengan membeli buku, e-book, audio, maupun video itu akan balik modal. Pengetahuan yang saya dapat untuk bisa mengembangkan bisnis jauh lebih berharga dibanding uang yang saya keluarkan.

Saya sadar, pengetahuan menjadi bekal untuk bertindak secara tepat dan cepat. Karena itu, di tengah padatnya aktivitas rutin yang saya jalankan, sebisa mungkin setiap hari saya sempatkan untuk meng-upgrade pengetahuan yang saya miliki.

Selain tanpa henti belajar dan bertindak, kunci untuk menyikapi resiko secara cerdas adalah dengan memandang jauh ke depan. Ketika membicarakan tentang rencana bisnis, saya tidak hanya berpikir satu atau lima tahun mendatang. Tapi lebih jauh dari itu, saya memikirkannya bahkan untuk sepanjang hidup saya nantinya. Ketika saya berniat melakukan sesuatu, saya biasakan bertanya dulu pada diri saya,”Apa perbedaan hasil dalam beberapa puluh mendatang kalau saya melakukan ini?”

Dan kalaupun misal hasil yang didapat hari ini tak terlalu besar, tapi saya tetap optimis dan yakin bahwa apa yang sudah dilakukan ini akan terus meningkat sampai nantinya seperti yang saya harapkan.

Bila kita tidak melakukan apapun hari ini, bukan berarti kita aman-aman saja. Yang pasti kondisi kita tetap seperti sekarang atau bahkan mungkin jadi lebih buruk. Tidak bertindak apa-apa bukan berarti netral atau tidak berdampak apapun. Tapi berdiam diri adalah cara pasti untuk tidak berubah lebih baik. Berdiam diri termasuk cara negatif karena itu perlu dihindari.
Inilah kenapa penting untuk menanamkan kebiasaan baik untuk berusaha meningkatkan kualitas hidup. Dalam jangka pendek, mungkin usaha yang kita lakukan seperti sebuah perjuangan yang berat dan tak jarang dipenuhi dengan rasa sakit. Kita mungkin jatuh dan gagal dalam usaha yang kita lakukan. Tapi, berbekal sikap optimis kita harus berdamai dengan kekecewaan dan kemudian cepat bangkit lagi untuk menyongsong kesuksesan.

Kegagalan yang kita alami bukan untuk disesali. Tapi untuk dipelajari agar kita tak jatuh pada “lubang” yang sama.

Satu hal penting yang akan menjaga kita agar tak mundur dari kegagalan yang datang bertubi-tubi adalah kebiasaan berpikir jangka panjang. Target jangka panjang yang dicanangkan itu kemudian kita wujudkan dalam perubahan-perubahan kecil yang dilakukan setiap hari. Seperti kebiasaan untuk sedikit lebih disiplin, lebih berani, lebih tahan dalam menghadapi tantangan, dan lebih bersemangat melakukannya.

Lewat kebiasaan berpikir jangka panjang yang diwujudkan dalam langkah-langkah kecil setiap hari itu pasti hasilnya akan menakjubkan. Sukses luar biasa akan anda alami!

Memang banyak orang yang mudah tergoda untuk cepat kaya tanpa berusaha. Pikiran jangka pendek yang memenuhi isi pikiran membuat kita cepat lelah jika hasil yang dicapai tak sesuai harapan. Karena itu berpikirlah jangka panjang. Dan jangan mudah menyerah di masa-masa awal anda memulai bisnis!

Kondisi di awal berbisnis memang sangat berat. Karena anda harus bekerja keras dengan pengetahuan yang mungkin minim, tapi sekaligus berupaya mendapatkan sedikit hasil sebagai pembuktian. Tapi begitulah hidup. Hidup tak pernah mudah di awalnya. Seperti ketika anda belajar merangkak dan berjalan saat masih kecil. Berkat tekad yang tak pernah padam dan usaha tanpa kenal henti, anda akhirnya bisa melakukannya.

Mungkin anda sudah memulai bisnis setahun, tapi penghasilan yang anda dapat mungkin masih lebih kecil dibanding kalau anda bekerja untuk orang lain. Mungkin juga banyak orang yang sulit menerima rencana sukses jangka panjang anda. Dan mungkin anda sendiripun ikut menertawakan diri sendiri kalau melihat bisnis yang anda kerjakan dengan kacamata jangka pendek. Bahkan mungkin tidak sedikit orang yang mencemooh gagasan “gila” anda.

Pikiran jangka pendek dan ketakutan menempuh resiko memang banyak dipelihara oleh orang di muka bumi ini. Tapi bukan untuk anda yang siap menerima sukses luar biasa!

Saya pun dulu mengalami tantangan yang sama. Tapi kalau saya dulu, saat menghadapi ketakutan yang sama untuk menghadapi semua tantangan itu, saya tinggal tutup mata dan tempuh resiko itu dengan cerdas. Selalu saya yakinkan pada diri bahwa kesulitan dan cemoohan orang-orang itu tidak bakal mampu membuat saya menyerah. Sebaliknya justru hal itu akan membuat semangat saya makin berkobar. Saya tak pernah takut karena saya yakin apa yang saya lakukan akan menghasilkan sukses luar biasa. Ini hanya soal waktu. Dan waktu telah membuktikannya pada saya.

Pesan saya, izinkan diri anda untuk bekerja lebih keras dengan tetap meng-upgrade pengetahuan, dan dapatkan sedikit hasil sebagai pembuktian, namun tetap memandang positif dengan rencana jangka panjang anda. Tak ada yang tak mungkin asal anda teguh dengan aksi untuk mencapai rencana jangka panjang anda!

Ayo temukan resiko apa yang bisa anda atasi hari ini, lalu terjang resiko itu. Ayo resiko apa yang sudah siap anda tempuh?

NB: Jika anda suka artikel ini, silakan share ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini! Terimakasih.

Related Posts:



29 Comments

  1. ilovebogor on 17.05.2008 at 12:44 (Reply)

    yup long life learning

    sukses selalu mas Joko

  2. ahmad Jazuli on 17.05.2008 at 20:33 (Reply)

    Assalamualaikum Wr Wb.
    Website Bapak sangat menarik utk Bisnis online.
    Terima kasih atas info di website Bapak.

    Mohon di berikan saran atas masalah bisnis online saya yaitu http://www.propolisbjm.com yang kurang berkembang.Moga Bapak berkenan menjawab

    1. Sejak berdiri hanya sedikit yang merespon, apalagi untuk bergabung dimana letak kekurangannya?

    2. Apa yang harus saya lakukan untuk memperbaikinya?

    3. Apakah bisnis saya yang tidak menarik atau website saya yang kurang menarik?

    Atas perhatian dan jawaban, saya ucapkan ribuan terima kasih.

    1. Ecko on 18.05.2008 at 15:18 (Reply)

      Pak, kalau Bapak mau saya bersedia membantu mengembangkan bisnis Bapak ini. Tapi saya boleh tahu marketing plan atau sistem komisinya gak ya?

  3. Cacing Cyber on 17.05.2008 at 21:51 (Reply)

    Ternyata halangannya ada pada diri saya sendiri.
    Saya baru pertama kali masuk k blog ini, banyak informasi berharga yang saya dapatkan,Terima kasih Pak Joko
    Salam Hangat dan Sukses Selalu.

    1. Automotive Online Magz on 09.02.2010 at 01:04 (Reply)

      Sekarang masih Aktif kan Mas ? :D

  4. Sri Kuswati on 18.05.2008 at 08:20 (Reply)

    Seperti lagu dari Bang Rhoma Irama, bahwa hidup ini penuh dengan perjuangan dan doa.
    Tanpa berjuang dan melakukan kegiatan yang nyata, serta disertai dengan doa yang tulus ikhlas.
    Kita tidak akan bisa mengubah nasib kita sendiri.

    Ayo, kita terus berjuang, berjuang dan berjuang.
    Jangan pernah menyerah sampai kita berhasil mewujudkan apa yang kita inginkan dan cita-citakan.

  5. Ecko on 18.05.2008 at 15:21 (Reply)

    pak, kalau memasang target jangka panjang (visi) itu mudah. Yang berat itu melaksanakannya dalam agenda harian alias target jangka pendek (misi). Ini gimana cara mengatasinya, pak?

  6. Cacing Cyber on 18.05.2008 at 22:08 (Reply)

    Tetap fokus,fokus,fokus dan fokus pada objek yang telah ditetapkan.

  7. wahyu on 19.05.2008 at 10:40 (Reply)

    Mas Joko, saya punya keinginan kuat untuk bisa punya bisnis online, tapi sampai detik ini keinginan itu belum bisa terwujud.

    Hal ini mungkin karena saya belum melakukan action yang cukup untuk mewujudkannya.

    Saya terinspirasi dengan tulisan mas Joko di Website ini, untuk itu saya perlu saran Mas Joko dari mana saya harus memulainya.

    Terima kasih.

  8. saga on 19.05.2008 at 10:42 (Reply)

    Memang investasi untuk mendapatkan ilmu tidak akan pernah rugi jadi jangan perbah kita berhenti belajar.

  9. luthfi on 20.05.2008 at 12:05 (Reply)

    terima kasih atas transfer ilmunya…

  10. Junaedi on 23.05.2008 at 20:09 (Reply)

    Dh,

    Apapun bentuk bisnis yang kita kerjakan saat ini tanpa kekuatan do’a dan “ACTION” yang nyata mustahil akan tercapai keberhasilan. Saya yakin dengan kekuatan do’a dan “ACTION” yang konsisten dan fokus semuanya akan membuahkan hasil yang sangat luar biasa dahsyat.

    Go Action… go freedoom…

    Salam sukses,

    Junaedi

  11. INDRA on 27.05.2008 at 10:08 (Reply)

    Beruntung skali saya yang baru mulai mengenal bisnis internet, bisa mendapat banyak pelajaran berharga dari Tulisan-tulisan anda tentang konsep bisnis ini. terima kasih…

  12. HILAL on 03.06.2008 at 22:36 (Reply)

    Bang joko, nama saya hilal, sy udah transfer danax knapa masih belum aktif sebagai anggota?? tlng bantuanya

    1. Joko Susilo on 04.06.2008 at 17:06 (Reply)

      Silakan konfirmasi ke bagian customer service di 024-70250058 (call or SMS). terimakasih

      1. FAUZI RIZKI BAHAR on 26.12.2008 at 09:47 (Reply)

        SALAM DAHSYAT ?
        MAAF SEBELUM NYA. SAYA UDAH MEMBACA BEBERAPA BEGIAN DARI ARTIKEL BAPAK TAPI AKU YAKIN DAN PERCAYA.AKU BELUM PERNAH IKUT BISNIS INI DIDUNIA MAYA SAAT GLOBAL DUNIA YANG PENUH DENGAN SEGALA MACAM PENIPUAN ATAU YANG LAINNYA.APAKAH BISA BAPAK BUKTIKAN DATA.FILE ATAU DOKUMEN YANG AKURAT, LUGAS BISA DIPERCAYA.
        THANKS SEBELUMNYA BAPAK JOKO///

  13. sulasmono on 04.06.2008 at 10:56 (Reply)

    Sebagai pegawai negeri, untuk hidup tenang dan sederhana sekeluarga dengan 2 anak kandung yang sudah dewasa (1 masih kuliah dan 1 sudah bekerja di singapura), dan berusaha membantu biaya pendidikan dua anak asuh yang tengah kuliah (semester 4) dan sekolah (kelas 2 smu), bagi kami sudah cukup nyaman.
    Namun karena seringnya melihat orang-orang yang sakit (di rumah sakit), sebut saja ada anak balita yang mengalami gizi buruk, anemia dll, terlebih saat melihat salahsatu anak asuh yang mengalami laka-lantas dan cedera kepala sehingga harus dioperasi, saya terdorong untuk mencoba lebih serius melakukan internet marketing di antara waktu luang yang ada.
    Karena itu juga, setelah cukup lama (sekitar setahun lalu) mengetahui situs FormulaBisnis milik Mas Joko Susilo, ST, juga situs-situs serupa milik orang lain, akhirnya saya mantap untuk bergabung dengan FormulaBisnis, setelah memperhatikan bukti nyata serta membaca proses pertumbuhan bisnis Mas Joko serta para member yang tidak diragukan lagi kebenarannya.
    “Stop DREAMING, Start ACTION!”, 4-kata dari Mas Joko yang amat singkat namun memberikan motivasi untuk segera ‘action’.
    Terhitung hari ini Rabu 4 Juni 2008, saya bergabung dengan FormulaBisnis dan berharap dapat merealisir keinginan untuk mendapat penghasilan tambahan dengan cara yang benar, dan dapat membantu lebih banyak lagi saudara-saudara kita yang tengah kesulitan dalam kehidupannya.
    Salam Sukses untuk Mas Joko Susilo, ST. sekeluarga

  14. edi efendi on 05.06.2008 at 16:04 (Reply)

    bagi saya tidak ada yang tidak mungkin selama kita masih berani mengambil sebuah resiko…mungkin kata itu yang selalu memotivasi diri saya untuk dapat menerima resiko apapun yang datang termasuk resiko ketika saya memutuskan untuk bergabung dengan bisnis online…predikat saya yang baru mahasiswa dengan umur 19 tahun adalh sebuah predikat berat bagi saya mw dibawa kemana saya ketika setlah lulus meraih gelar sarjana saya…jadi pahlawan kah bagi bangsa atau jadi pecundang yang hanya memandangi kasur, bantal ,dan guling di ruang kamar saya…kecerdasan tidak hanya dari berapa indeks prestasi yang kita raih di banngku kuliah tapi kecerdasan sesungguhnya adalah bagaimana kita mampu menghadapi resiko dan memecahkan masalah untuk menggpai satu kata yang diidam-idamkan oleh semua orang…sukses!

    1. Joko Susilo on 05.06.2008 at 17:10 (Reply)

      Saya sepakat dengan anda. ayo maju terus! tatap masa depan dengan optimis!

  15. sunhera on 06.06.2008 at 17:53 (Reply)

    saya tertarik dengan apa yang Bpk. Djoko lakukan.saya akan belajar. Terimakasih

  16. rayhan on 09.06.2008 at 20:37 (Reply)

    Malam Bapak… ikut nimbrung ne Pak…

  17. adit on 18.06.2008 at 15:46 (Reply)

    terus terang sy speechless membaca kisah ini, penuh inspirasi dan motivasi

  18. juarsa on 12.12.2008 at 15:48 (Reply)

    sore ikut baca ne mas.sy udah gabung sama mas joko tapi sayabelum aktip nih.masih baca baca aja
    blm berani tuk jalan belum tau banyak. step by step lah.baca……. dimengerti…..dikerjakan…
    benerga mas.tolong do suport mas email sy buka buat mas joko…thanks mas.

    1. Joko Susilo on 12.12.2008 at 16:25 (Reply)

      Mas Juarsa, silakan ikuti terus blog ini. untuk komunikasi by email, anda bisa kirim ke tim@formulabisnis.com
      Salam ACTION!

  19. tri on 02.02.2009 at 11:40 (Reply)

    Mohon sharing solusi
    Saya mempunyai masalah tentang komunikasi,
    justru resiko saya adalah di masalah komunikasi. Saya relatif kaku dalam hubungan dengan teman kerja. Tetapi apabila dalam hubungan di luar kerja (teman di luar kantor) saya bisa normal.
    Sementara ini saya sangat terhambat dalam komunikasi di kantor.
    Ketika mau menghadap ke atasan, saya sering takut yang berlebihan, sampai badan gemetar dan pusing. Dan akhirnya tidak jadi pelaporan kerja.
    Apa saya harus ke psikolog ya???

  20. dafiDRiau on 28.02.2009 at 22:53 (Reply)

    Semakin banyak kita berbuat salah semakin dekat keberhasilan kita. namun jangan berbuat salah pada hal yang sama

  21. [...] Tak bisa sama sekali dihilangkan. Yang bisa kita lakukan hanyalah meminimalkannya. Agar kita bisa mengelola resiko, menerapkan manajemen resiko dalam bisnis internet perlu [...]

  22. khoiril on 03.03.2009 at 14:40 (Reply)

    saya sangat tertarik dengan bisnis di internet,tp masalahnya saya termasuk orang yang gaptek.gimana nie,binggung mo mulai dari mana?

  23. berita aceh terkini on 14.12.2009 at 22:24 (Reply)

    Berpikir jangka panjang adalah salah satu kunci sukses yang paling pas untuk menyikapi resiko dengan cerdas. Sangat Setuju Pak.

Leave a comment


Catatan: Mohon komentar tanpa link iklan dan bold