Plus-Minus Konsep Penghasilan Per Jam

Plus-minus konsep penghasilan per jamPosting sebelumnya sudah mengurai tentang konsep penghasilan per jam . Dan kini kita bahas tentang plus-minus konsep ini.

Sisi positif yang bisa anda capai kalau menerapkan sistem ini adalah fokus anda untuk meningkatkan penghasilan akan lebih terarah. Sebab ada patokan penghasilan yang ingin anda capai. Misalnya penghasilan anda sekarang Rp 50 ribu/ jam dan bermaksud menaikkannya menjadi Rp 80 ribu/jam, anda akan berupaya mencari jalan mewujudkannya. Dengan begitu, anda lebih sadar terhadap pekerjaan yang tak lagi prospek pada diri anda. Anda menghindarkan diri dari membuang waktu yang hanya menghasilkan sedikit uang.

Kemudian bertahap anda bisa mulai mengurangi aktivitas Rp 50 ribu/jam dan menggiatkan aktivitas yang bernilai Rp 80 ribu/jam. Atau bisa juga anda minta bantuan orang lain untuk mengerjakannya. Misal, anda merekrut karyawan freelance yang mungkin dibayar Rp 30 ribu/ jam untuk melakukan pekerjaan anda itu. Dengan begitu, anda punya tiga keuntungan. Selain pekerjaan anda tak terbengkalai, anda tetap mendapatkan aliran uang dari pekerjaan tadi, serta ikut mengurangi jumlah pengangguran. ;-)

Tapi bila anda menerapkan konsep tersebut dengan peningkatan penghasilan yang tak terlalu besar. Misal dari Rp 50 ribu/jam menjadi Rp 80 ribu/jam, proses yang akan ditempuh untuk mencapai kondisi bebas finansial terlampau lama. Untuk bisa mencapai penghasilan Rp 10 juta/jam akan butuh waktu berpuluh tahun. Dan yang terburuk, dengan menetapkan penghasilan pada level relatif rendah, anda secara tidak sadar telah membuat batas penghasilan bagi diri anda.

Maksudnya? Kalau anda misal menetapkan Rp 80 ribu/jam, secara tidak langsung anda mengatakan bahwa penghasilan anda bukan Rp 100 ribu/jam, Rp 500 ribu/jam, atau Rp 1 juta/jam. Sehingga membuat pikiran kita tak dapat membayangkan untuk meraih hasil yang lebih besar seperti Rp 10 juta/jam. Dengan membatasi penghasilan kita pada angka rendah, maka peluang yang bisa kita bayangkan hanya segitu saja.

Memang dengan menerapkan patokan penghasilan tersebut, setidaknya menghindari resiko terburuk untuk tak mendapatkan apa-apa. Namun, dengan begitu juga membuat anda kehilangan peluang untuk menghasilkan penghasilan yang jauh lebih besar. Karena itu anda perlu menyikapi resiko dengan cerdas.

Selain itu, dengan memiliki target penghasilan yang rendah, bisa membuat kurang tertantang mewujudkannya. Sebaliknya, dengan memiliki target yang tinggi, bisa dibayangkan anda tak akan pernah melewatkan setiap detik waktu kerja anda.

Namun ironisnya, banyak orang yang enggan melakukannya. Mereka lebih suka menjadi karyawan yang digaji setiap bulan. Sebab menurut mereka resikonya lebih ringan dibanding menjadi pengusaha. Padahal kalau mau kita pikirkan lebih jauh, menjadi pengusaha sebetulnya beresiko lebih rendah dibanding menjadi karyawan. Bagi pengusaha sangat mudah mendapatkan Rp 10 juta sejam, tapi bagi karyawan itu butuh perjuangan jauh lebih keras dan lama serta masih dibayang-bayangi resiko pemecatan.

Dan bahkan mungkin banyak orang menganggap penghasilan sebegitu besar tidak realistis. Tapi kalau kita lihat orang-orang terkaya di dunia, penghasilan mereka sudah jauh melewati angka itu. Artinya, sebetulnya kesempatan itu nyata dan ada. Tapi mungkin karena keyakinan kita yang terbatas untuk meraihnya, maka pengalaman itu tak akan pernah dialami.
Sebab itu, selalu saya sarankan, buka pikiran anda. Yakinlah kalau kesempatan itu ada dan bisa menjadi nyata. Dan anda tak perlu mempedulikan orang lain yang meragukan keyakinan anda itu. Karena tak ada gunanya.

Kesempatan untuk mendapatkan penghasilan raksasa itu pun sebetulnya sangat banyak. Tapi anda tak mungkin bisa menikmatinya sebelum memiliki mindset yang tepat.

Maka mulai detik ini, sejak anda membaca posting ini, lepaskan keterbatasan yang membelenggu pikiran anda. Misal dengan memiliki bayangan mendapat penghasilan Rp 10 juta/jam. Dengan begitu paling tidak anda sudah lebih dekat dengan kenyataan yang anda inginkan.

Karena bagaimanapun sukses atau tidak ada di tangan anda sendiri. Anda sendiri yang mengusahakan dan menikmatinya nanti. Kalau tak percaya, coba tanyakan pada diri sendiri, siapa yang akan menghargai bahwa setiap waktu anda begitu berharga kalau bukan anda sendiri?


Related Posts:

21 Comments

  1. ryan on 30.05.2008 at 10:31 (Reply)

    Sip, lanjut terus mas postingnya!

    1. Pulsa Murah Berhadiah on 30.05.2008 at 17:45 (Reply)

      Banyak orang malah “ngeri” melihat cita-citanya…padahal seharusnya kita harus optimis dengan impian kita itu

  2. Sri Kuswati on 30.05.2008 at 10:46 (Reply)

    Memang betul yang Bapak Joko utarakan. Kita-kita lebih suka menjadi karyawan dengan gaji bulanan. Karena kita merasa lebih aman dan pasti mendapatkannya tiap bulan. Padahal kita tidak tahu apakah kita akan menjadi karyawan selamanya. Bisa saja kita menjadi mantan karyawan.
    Mudah-mudahan dengan dengan membaca, memahami dan menerapkan SMUO dan trik-trik dari Bapak Joko, kita-kita bisa menggunakan waktu seminimal mungkin untuk mendapatkan penghasilan yang semaksimal mungkin.
    Amin ….. (bukan mas amin lho….)

  3. ipoenk on 30.05.2008 at 11:18 (Reply)

    makasih untuk kesempatanya mengikuti arahan pak joko ini,bagi saya p[emikiran bapak sama seperti apa yang sedang saya impikan selama ini mudah-mudahan dengan bimbingan dari bapak saya bisa wujudkan semua mimpi saya.bagaimana kelanjutan e-book ini setelah menjadi member agar mendapatkan apa yang saya harapkan?makasih

  4. Zuhri on 30.05.2008 at 16:35 (Reply)

    Buat yang sudah sukses mungkin tidak terlalu muluk untuk menargetkan jutaan per jam. Tapi buat yang baru mulai, psti ngga kebayang tuh..
    Gimana ya??

  5. get paid program on 30.05.2008 at 17:30 (Reply)

    wiuh kagum,patut di contoh.

  6. dimasrlp on 30.05.2008 at 18:18 (Reply)

    Kalo saya sekarang sih, mencoba tidak terlalu memikirkan hasil. Saya jalankan dulu saja sesuai saran bapak dan lihat hasilnya nanti, asal resikonya tidak membuat saya mati sih….saya ambil resiko itu

  7. ANDI on 31.05.2008 at 08:35 (Reply)

    betul pak Joko, saya sekarang sudah membuka mindset mengenaia sesuatu untuk menuju kebebasan financial, dan sedang merintis bisnis online yang bapak ajarka. mohon dukungan dan bimbingannya…trim

  8. mr-mung on 31.05.2008 at 10:51 (Reply)

    Pak Joko, tanya dong… membuat blog kita (indonesia) suport ads content si gimana?
    ada usulan lain gk selain di adsense?
    sebagai info, yang sudah jalan di blog berikut:
    http;//mungfree.blogspot.com
    http://mungamar.blogspot.com tapi di blog http://mr-mung.blogspot.com gak mau tampil iklannya.. gimana pak? thx atas jawabannya.

  9. Ferry on 01.06.2008 at 23:22 (Reply)

    seeep deh artikelnya.

  10. Roel Dzikstra on 02.06.2008 at 15:49 (Reply)

    Wah wah wah ,
    Kalau memang ini ide Mas Joko, berania saya katakan ” Luar Biasa ! ” . Tapi saya klik awal muasalnya terapin cara itu secara alur proses belum ketemu tuh , and than gimana where do I begin ? Blog aja aq gak punya tuh . How Mas Jok ?

  11. efri on 18.06.2008 at 02:33 (Reply)

    jadi inget waktu di ex-kantor saya dulu, pernah suatu ketika teman A di kantor mengeluh tentang gaji yang segitu-gitu aja.
    Kemudian teman B bertanya : ” Dah pernah bayangin/memimpikan dapet uang atau gajian dengan nominal 10 juta belum ?”
    Teman A : “wah saya malah takut bayanginnya …”
    Teman B : “Takut.?? takut kenapa ?”
    Teman A : “takut kalau terlalu memimpikan dan berharap dapet pas nanti ndak dapet malah stress, mending gini aja mas.. dapet alhamdulillah ndak dapet ya udah…”
    dan akhirnya sampai sekarang pun kondisi teman A saya tadi sama saja.. tidak ada perubahan.

    Berani Bermimpi -> Lakukan sekarang -> Konsisten -> Tawakkal = SUKSES !!!

  12. fizhi on 18.06.2008 at 08:56 (Reply)

    mari relax,,sebentar

    Salam Bahagia,,
    tertawa bisa membuat anda bahagia.
    selamat berbahagia

    yang garing dan konyol…

    01. bagaimana caranya katak menyebrangi rel kereta api?
    ya,, melompat saja, sebab kalau muter kejauhan.

    02. kenapa katak jalannya melompat..?
    karena ga punya uang, kalo punya uang pasti naek taxi.

    03. Ada bebek 10 di kali 2 jadi berapa ?
    ada 8, soalnya yg 2 lagi maen di kali.

    04. Hewan apa yg paling aneh?
    Belalang kupu-kupu. Soalnya kalo siang makan nasi
    kalo malam minum susu

    05. Apa yang mempunyai kaki enam dan bisa terbang?
    Tiga ekor burung!

    06. Bagaimana caranya mencegah anjing supaya tidak kencing di jok
    belakang?
    Pindahkan saja ke jok depan!

    07. Punya delapan kaki tapi yang dipakai cuma empat?
    Seekor kuda yang sedang ditunggangi dua orang!

    08. Siapa yang selalu jadi korban pemerasan? Sapi perah

    09. siapa yang tahu harga monas ?
    tukang bajai(coba nanya tukang becak; bang monas berapa?
    pasti dijawab 4000) (kalo dari menteng lho ya..)

    fizhi
    (anggota ninjafar)

  13. adit on 18.06.2008 at 15:34 (Reply)

    sy kebetulan juga penghasilannya per jam, dan kebetulan juga sudah mulai mencoba mendelegasikan satu pekerjaan ke orang lain, dan hanya mengambil 20% dari total proyek yg saya delegasikan ke orang lain tsb

    nah yg jd pertanyaan sy, apakah skema spt ini sudah benar, bagaimana cara untuk meningkatkannya ?

    1. Joko Susilo on 18.06.2008 at 15:57 (Reply)

      cara yang anda lakukan sudah tepat. berikutnya, anda naikkan lagi tarif per jam anda. misalkan kalau sebelumnya Rp 50 ribu, coba naikkan menjadi Rp 100 ribu/jam.
      Kemudian anda lihat pula selama ini, sumber penghasilan anda dari mana saja. lalu anda coba anda berikan “perhatian” lebih terhadap sumber uang yang besar untuk meningkatkannya.
      Di samping itu, anda coba cari sumber uang lainnya. supaya target yang anda canangkan mudah dicapai.
      Selamat mencoba!

  14. arie on 18.06.2008 at 19:24 (Reply)

    mas informasinya membantu sekali selama ini

  15. Novi Darmayanti on 18.06.2008 at 20:07 (Reply)

    Mas Joko saya tdk memp produk yang dapat saya jual dlm waktu dekat ini, saya hanya ingin memperkenalkan Forbis kpd rekan saya bgmn yg hrs sy lakukan dan bgmn org dpat percaya apabila sy sendiri jg blm bgt memahami Forbis ini ? Apa yg hrs saya lakukan tlg dibantu ya ….

  16. cyberhadi on 19.06.2008 at 09:33 (Reply)

    Mas, bagaimana cara mentransfer uang yang sudah kita dapat ke paypal, saya bingung.
    Trimakasih

  17. Yefry Widodo on 22.06.2008 at 11:19 (Reply)

    Kang Mas Joko, saya adalah pemula dalam mengenal bisnis ini, mohon dukungannya ya….

  18. Musa Asy'ari on 07.11.2008 at 06:46 (Reply)

    Mas, kalau orang seperti saya yang gak tau tentang seluk-beluk internet bagaimana memulainya?

  19. erick on 07.11.2008 at 08:48 (Reply)

    Dear, mas Musa..

    Gak masalah mas, yang terpenting anda mau belajar lebih dalam mengenai bisnis internet. Anda bisa membeli panduan bisnis internet spt produknya mas joko di http://artikelweb.co.cc

    Dengan membaca e-book atau sumber informasi lainnya spt buku anda bisa belajar dari awal.

    salam sukses!

Leave a comment