<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Bisnis Online dan Internet Marketing &#124; JokoSusilo.com &#187; membuat sales letter</title>
	<atom:link href="http://www.jokosusilo.com/tag/membuat-sales-letter/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jokosusilo.com</link>
	<description>Saatnya tekuni bisnis online lebih serius...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 08:47:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
<image>
<link>http://www.jokosusilo.com</link>
<url>http://www.jokosusilo.com/wp-content/plugins/maxblogpress-favicon/icons/favicon-41.ico</url>
<title>Blog Bisnis Online dan Internet Marketing | JokoSusilo.com</title>
</image>
		<item>
		<title>Sales Letter Efektif: Panjang atau Pendek?</title>
		<link>http://www.jokosusilo.com/2009/04/09/sales-letter-efektif-panjang-atau-pendek/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sales-letter-efektif-panjang-atau-pendek</link>
		<comments>http://www.jokosusilo.com/2009/04/09/sales-letter-efektif-panjang-atau-pendek/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 16:29:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joko Susilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing and Advertising]]></category>
		<category><![CDATA[hypnotic writing]]></category>
		<category><![CDATA[membuat sales letter]]></category>
		<category><![CDATA[merancang sales letter]]></category>
		<category><![CDATA[surat penawaran]]></category>
		<category><![CDATA[tips sales letter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jokosusilo.com/?p=1038</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa pertanyaan paling sering dilontarkan para pebisnis internet yang tengah merancang sales letter adalah lebih baik mana menggunakan sales letter dengan halaman panjang atau sales letter pendek? Kapan menggunakan sales letter panjang? Dan kapan pula menggunakan sales letter pendek? Penasaran dan ingin tahu jawabannya? Silakan lanjutkan membaca… Sebelum masuk ke pembahasan panjang pendek sales letter, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-1052" title="sales-letter-efektif-panjang-atau-pendek" src="http://www.jokosusilo.com/wp-content/uploads/2009/04/sales-letter-efektif-panjang-atau-pendek.jpg" alt="" width="109" height="129" />Beberapa pertanyaan paling sering dilontarkan para pebisnis internet yang tengah <a title="5 Unsur Penting Sales Letter" href="http://www.jokosusilo.com/2008/02/27/5-unsur-penting-sales-letter/" target="_blank">merancang sales letter</a> adalah lebih baik mana menggunakan sales letter dengan halaman panjang atau sales letter pendek? Kapan menggunakan sales letter panjang? Dan kapan pula menggunakan sales letter pendek?</p>
<p>Penasaran dan ingin tahu jawabannya? Silakan lanjutkan membaca…</p>
<p><span id="more-1038"></span>Sebelum masuk ke pembahasan panjang pendek sales letter, anda tentu masih ingat tentang konsep most wanted response (MWR). Bagi yang lupa, silakan baca kembali <a title="Formula Bisnis" href="http://www.formulabisnis.com" target="_blank" rel="nofollow">SMUO Formula Bisnis</a>.</p>
<p>MWR merupakan titik tolak penentuan panjang pendek sebuah sales letter. Mengapa begitu? Ya, karena MWR adalah respon yang paling anda inginkan. Sedikit saya segarkan kembali, secara umum MWR ada dua:</p>
<ul>
<li><strong>Mereka membeli produk anda</strong>, atau</li>
<li><strong>Mereka meninggalkan data kontak untuk follow up</strong></li>
</ul>
<p>Nah, lalu <em>kapan membuat sales letter panjang?</em></p>
<p>Sales letter panjang biasa dibuat jika anda menawarkan produk berbayar anda. Dengan sales letter panjang, kita bisa menjelaskan lebih banyak seputar produk kita. Anda bisa melakukan perkenalan pada calon pembeli anda, anda bisa jelaskan kelebihan produk anda, apa manfaatnya bagi pembeli, anda bisa tambahkan unique selling position anda, anda bisa cantumkan garansi, bonus, dan lainnya.</p>
<p>Artinya, anda perlu menjelaskan banyak hal mengenai produk dan service anda. Anda perlu meyakinkan calon pembeli anda bahwa produk anda merupakan solusi terbaik bagi mereka.</p>
<p>Tentu yang perlu juga diperhatikan saat menggunakan sales letter panjang, sampaikan secara menarik. Jangan sampai membuat pengunjung bosan. Gunakan hypnotic writing. Bagaimana agar pengunjung tertarik sejak <a title="8 Headline Sales Letter Paling Menjual Sepanjang Masa" href="http://www.jokosusilo.com/2009/02/22/8-headline-sales-letter-paling-menjual-sepanjang-masa/" target="_blank">headline sales letter</a> anda dan menelusuri dengan detil setiap kata berikutnya, sampai akhirnya membaca tuntas keseluruhan <a title="Membius Pengunjung dengan Sales Letter" href="http://www.jokosusilo.com/2008/02/24/membius-pengunjung-dengan-sales-letter/" target="_blank">isi sales letter</a>. Tentang hypnotic writing ini, anda bisa baca tulisan Mas Bachtiar tentang <a title="Kekuatan Hynotic Writing" href="http://www.programreseller.com/2009/01/13/kekuatan-hipnotic-writing/" target="_blank" rel="nofollow">Kekuatan Hypnotic Writing</a> dan di blog Mas Wawan Purnama  soal <a title="Belajar Buat Tagline yang menghipnotis Yuk..." href="http://wawanpurnama.com/2009/03/25/belajar-buat-tagline-yang-menghipnotis-yuk/" target="_blank" rel="nofollow">Belajar Buat Tagline Yang Menghipnotis Yuk.</a>.</p>
<p>Fakta penting juga, sebenarnya pengunjung tak berkeberatan membaca sales letter panjang. Yang penting isinya tak membosankan dan berisi hal-hal yang diinginkan calon pembeli produk anda. Kurang lebih perbandingannya seperti ada orang yang betah baca sebuah buku berisi ratusan halaman, sedang buku lainnya yang hanya puluhan lembar dibaca sambil lalu saja.</p>
<p>Penyebabnya, karena isi buku itu menarik dan disampaikan secara menarik sehingga pembacanya terhipnotis untuk terus membaca sampai tuntas. Kebalikannya, sekalipun bukunya tak terlampau tebal, namun jika bahasanya membosankan tentu kita melewati tiap halaman buku dengan cepat.</p>
<p><em>Kalau sales letter pendek bagaimana?</em></p>
<p>Sales letter pendek biasanya dipakai bukan untuk menjual sesuatu. Tapi untuk menjaring data kontak prospek. Tak panjang karena yang disampaikan tak banyak. Intinya, cukup keuntungan yang didapatkan pengunjung jika memasukkan alamat emailnya. Misalkan dengan menawarkan mendapat hadiah atau ebook gratis. Dengan sales letter pendek, harapannya pengunjung yang tertarik akan langsung memasukkan alamat emailnya.</p>
<p>Jadi kesimpulannya, menurut saya, <strong>panjang atau pendek halaman sales letter memiliki keampuhannya masing-masing</strong>. Sales letter panjang biasanya dipakai untuk menawarkan produk berbayar. Sedang, sales letter pendek digunakan untuk menjaring data calon prospek.</p>
<p>Kalau menurut anda bagaimana?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jokosusilo.com/2009/04/09/sales-letter-efektif-panjang-atau-pendek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>309</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membius Pengunjung dengan Sales Letter</title>
		<link>http://www.jokosusilo.com/2008/02/24/membius-pengunjung-dengan-sales-letter/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=membius-pengunjung-dengan-sales-letter</link>
		<comments>http://www.jokosusilo.com/2008/02/24/membius-pengunjung-dengan-sales-letter/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Feb 2008 08:28:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joko Susilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Affiliate Programs]]></category>
		<category><![CDATA[affiliate program]]></category>
		<category><![CDATA[membuat sales letter]]></category>
		<category><![CDATA[menarik pengunjung]]></category>
		<category><![CDATA[sales letter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jokosusilo.com/2008/02/24/membius-pengunjung-dengan-sales-letter/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam situs web affiliate anda yang selalu terdiri dari sebuah sales letter, apakah pembeli produk anda sudah banyak? Jika belum, kira-kira apa yang kurang dari situs web anda? Mungkin menurut anda desain situs web sudah bagus. Tidak ada yang berlebihan, loadingnya pun cepat. Nah, kira-kira apa ya yang jadi biang kerok, penghambat penjualan anda? Untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jokosusilo.com/wp-content/uploads/2008/02/membius-pengunjung-dgn-sales-letter.jpg" alt="Membius Pengunjung dengan Sales Letter" align="right" />Dalam situs web affiliate anda yang selalu terdiri dari sebuah sales letter, apakah pembeli produk anda sudah banyak?</p>
<p>Jika belum, kira-kira apa yang kurang dari situs web anda? Mungkin menurut anda desain<a href="http://www.jokosusilo.com/2008/02/03/4-langkah-merencanakan-situs-web/"> situs web</a> sudah bagus. Tidak ada yang berlebihan, loadingnya pun cepat. Nah, kira-kira apa ya yang jadi biang kerok, penghambat penjualan anda?</p>
<p>Untuk mencoba menjawab permasalahan ini, coba anda jawab pertanyaan ini dulu. “apakah <strong>sales letter</strong> yang anda buat sudah bisa membius pengunjung?”</p>
<p>Ingat ya, sales letter itu juga nyawa situs web ataupun  blog affiliate anda. Jika tidak ada pengunjung yang “ngeh” dengan sales letter anda, ya… jangan harap ada pembeli.</p>
<h2>Hal hal yang perlu  diperhatikan untuk menciptakan sebuah sales letter yang menarik</h2>
<p>Untuk membuat sales letter yang membius… ada beberapa hal yang musti anda perhatikan, yaitu :<span id="more-109"></span></p>
<ol>
<li><strong>Pikirkan pengunjung.</strong> Ya, kita jangan memikirkan diri sendiri saat membuat sales letter. Tapi, pikirkan bagaimana perasaan pengunjung saat membaca sales letter kita. So, jangan buat sales letter yang terlalu “narsis”. Sebaiknya kita jangan melulu ngomong tentang diri kita sendiri. Karena pengunjung bosan dengan ulasan yang berlebihan. Ya… kecuali kalau kita sudah cukup dikenal oleh pembaca. Justru ke”narsis”an bisa jadi motivasi pembaca. Missal kita bisa menulis tentang pencapaian dan kecakapan kita. Tapi, ya tetap saja… jangan berlebihan!</li>
<li><strong>Pikirkan manfaat produk anda.</strong> Bagaimanapun yang namanya orang membeli itu karena mereka butuh. Dan karena mereka ingin mengambil manfaat dari produk anda. Jadi kadang-kadang pembeli tidak peduli dengan keunggulan produk anda. Mereka berpikir, “Kalau saya tidak membutuhkan produk ini dan tidak ada manfaatnya buat saya, kenapa saya harus membelinya?”</li>
<li><strong>Logika Vs Emosi.</strong> Poin ini kebalikan dari poin no 2 di atas. Kalau tadi kita membahas pengunjung membeli karena mereka butuh, sekarang kita bahas pengunjung membeli karena mereka tidak butuh. Maksudnya bagaimana?? Contohnya, ya… para pengunjung yang hobi shopping. Mereka sering kali membeli barang yang tidak mereka butuhkan tapi mereka inginkan. Nah, ini tugas anda membuat pengunjung membeli yang mereka inginkan. Jadi, gunakan kata-kata yang bisa menimbulkan emosi untuk membeli. Jangan cuma kata-kata penuh emosi! Tahu kan bedanya?</li>
<li><strong>Pengalaman pribadi.</strong> Banyak orang yang tertarik dengan pengalaman pribadi. Jika anda memasang pengalaman pribadi dalam sales letter anda, tentu ini efektif. Karena sales letter yang demikian mampu membujuk pengunjung. Anda bisa ceritakan pengalaman anda setelah memakai produk yang anda jual.</li>
<li><strong>Susun kata-kata anda dalam bentuk list atau daftar.</strong> Jangan menulis poin-poin tentang produk anda dalam bentuk paragraph. Agar, pengunjung bisa jelas membaca apa saja menfaat produk anda. Dan, mereka bisa langsung membaca apa yang mereka cari. Oya, jangan lupa untuk membuat tulisan pendek dan to the point.</li>
<li><strong>Tidak perlu mengejar kesempurnaan.</strong> Tujuan sales letter itu menjual produk. Jadi, jangan terjebak dengan membuat sales letter yang bahasanya sempurna. Ejaan dan tata bahasa yang benar saja sudah cukup. Jadi, anda tetap menunjukkan profesionalisme. Dan, yang terpenting pengunjung mengerti maksud anda.</li>
<li><strong>Uji coba.</strong> Untuk mengetahui keberhasilan sales letter, anda harus mengujinya. Yupp!! Hasil uji coba bisa anda lihat dengan angka penjualan. Jika penjualan anda sudah tinggi, bisa dikatakan sales letter anda mampu membius pengunjung.</li>
</ol>
<p>Satu hal yang tidak kalah penting, saat anda membuat sales letter bayangkan anda sedang berbicara dengan teman dekat anda. Ingat, pengunjung yang membaca sales letter punya kebutuhan masing-masing. Jika anda bisa berempati pada kepentingan mereka, penjualan anda akan meningkat melalui sales letter yang anda ciptakan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jokosusilo.com/2008/02/24/membius-pengunjung-dengan-sales-letter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>93</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

