<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Bisnis Online dan Internet Marketing &#124; JokoSusilo.com &#187; milis</title>
	<atom:link href="http://www.jokosusilo.com/tag/milis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jokosusilo.com</link>
	<description>Saatnya tekuni bisnis online lebih serius...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 08:47:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
<image>
<link>http://www.jokosusilo.com</link>
<url>http://www.jokosusilo.com/wp-content/plugins/maxblogpress-favicon/icons/favicon-41.ico</url>
<title>Blog Bisnis Online dan Internet Marketing | JokoSusilo.com</title>
</image>
		<item>
		<title>Jangan Pernah membuat Pembeli Kecewa!</title>
		<link>http://www.jokosusilo.com/2008/02/17/jangan-pernah-kecewakan-pembeli/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jangan-pernah-kecewakan-pembeli</link>
		<comments>http://www.jokosusilo.com/2008/02/17/jangan-pernah-kecewakan-pembeli/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Feb 2008 23:48:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joko Susilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Affiliate Programs]]></category>
		<category><![CDATA[affiliate program]]></category>
		<category><![CDATA[forum diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[milis]]></category>
		<category><![CDATA[pembeli]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[selera pasar]]></category>
		<category><![CDATA[word of mouth]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jokosusilo.com/2008/02/17/jangan-pernah-kecewakan-pembeli/</guid>
		<description><![CDATA[Jangan pernah membuat pembeli kecewa! Karena pembeli adalah raja. Ini salah satu hukum bisnis internet yang wajib anda patuhi. Jangan biarkan aset anda kecewa dengan produk ataupun layanan yang anda miliki. Anda tahu, pembeli produk anda bisa jadi aset anda untuk seterusnya. Karena sangat mungkin mereka akan jadi pelanggan tetap anda. Nah, sekali mereka puas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jokosusilo.com/wp-content/uploads/2008/02/website-promotion1.gif" alt="jangan pernah membuat pembeli kecewa" width="259" height="192" align="right" /><strong>Jangan pernah membuat pembeli kecewa</strong>! Karena pembeli adalah raja.</p>
<p>Ini salah satu hukum bisnis internet yang wajib anda patuhi. Jangan biarkan aset anda kecewa dengan produk ataupun layanan yang anda miliki.</p>
<p>Anda tahu, pembeli produk anda bisa jadi aset anda untuk seterusnya. Karena sangat mungkin mereka akan jadi <a href="http://www.jokosusilo.com/2008/01/20/menggaet-pelanggan-setia/">pelanggan</a> tetap anda.</p>
<p>Nah, sekali mereka puas dengan produk dan layanan anda, karir anda di bisnis ini akan cepat meroket. Sebaliknya jika anda tidak memiliki kredibilitas yang pantas dibanggakan. Relasi-relasi anda tak segan memberi pengumuman kalau <a href="http://www.jokosusilo.com/2008/02/12/membuat-situs-web-yang-nyaman-di-mata-dan-enak-di-hati/">situs web</a> anda, produk dan layanan anda payah, tidak memuaskan, mengecewakan, bla… bla… bla….</p>
<h2>Bila pembeli kecewa&#8230;</h2>
<p>Ini gawat! Citra anda bisa rusak. So, hati-hati. Words of mouth itu benar-benar tajam. Kalau kabar baik pasti akan cepat menyebar. Kabar buruk? Jangan tanya. Menyebarnya akan jauh lebih cepat. <span id="more-96"></span></p>
<p>Review yang mengulas produk-produk internet bisa berkembang dimana-mana. Bisa lewat milis ataupun ulasan khusus dalam blog-blog pribadi. Dan, komunitas ini memiliki jaringan massa yang besar. Segala info bisa dikupas habis di sini.<br />
Tapi, forum diskusi seperti itu menarik!</p>
<p>Kalau produk anda mendapat apresiasi baik, hati anda boleh berbunga-bunga. Nah, bagaimana kalau produk anda banyak dicela dan dikritik? Anda mau marah? Emosi? Patah hati? Putus asa? Langsung berhenti jadi pebisnis online? Oh… semoga tidak!</p>
<p>Anda juga harusnya senang meski tidak mendapat “applaus.” Bahkan berterimakasih. Kenapa anda harus tetap senang? Ya… karena anda bisa dapat banyak masukan di forum seperti ini. Anda jadi tahu kenapa produk anda tidak disukai. Apa sih kekurangan produk anda.</p>
<p>Manfaat lainnya, anda bisa tahu bagaimana respon pasar. Dan, bahkan menganalisis selera pasar. Pelajaran paling berharga akan anda dapat di sini! Nah, kalau anda bisa tahu kekurangan produk anda, langsung saja perbaiki.</p>
<p>Maka jangan pernah berpikir untuk bekerja ala kadarnya dan asal-asalan. Anda mesti cerdas memainkan peluang yang ada. Dan mengatur strategi, belajar dari pengalaman yang ada, dan take action setahap demi setahap. Seperti slogan orang Jerman, preparation perfect performance!</p>
<p>Jadi ingat-ingat ya… tidak ada yang instan.</p>
<p>Dan, anda juga harus hati-hati. Jangan cepat puas dengan apa yang yang sudah anda kerjakan. Meski text link anda sudah menjalar kemana-mana, situs web affiliate anda sudah bagus, dan list contact anda sudah bejibun, iklan anda sudah berkibar di banyak situs, anda tetap perlu belajar dan pastinya berpikir kreatif.</p>
<p>Oopss…! Lagi-lagi saya cantumkan kata kreatif di sini. Ya. Karena siapapun tidak akan mampu bersaing kalau tidak punya kreativitas. Dan, jadilah unik, jadi berbeda itu keharusan. Lha… bagaimana mau unik dan beda kalau kita tidak punya kreativitas?</p>
<p>Misalnya saja, dalam membuat salesletter. Sebagai affiliate anda harus gencar berpromosi. Promosi ini tidak akan efektif tanpa salesletter. Nah, mari kita berpikir kreatif, bagaimana cara menarik pembeli hanya dengan membaca salesletter yang kita buat.</p>
<p>Salesletter itu fungsinya mendorong pengunjung untuk membeli produk kita. Salah satu cara merangsang keinginan pengunjung untuk membeli, bisa dengan menambahkan kata “terbatas.”</p>
<p>Bingung?</p>
<p>Begini contohnya:</p>
<ul>
<li>Segera dapatkan! tersedia dalam jumlah terbatas.</li>
<li>Dapatkan tiketnya! tempat duduk terbatas.</li>
<li>Edisi khusus, dicetak terbatas khusus untuk minggu ini.</li>
<li>Beli sekarang! Dapatkan bonus merchandise menarik. Jumlah terbatas!</li>
</ul>
<p>Hmmm….limited edition. Pokoknya yang serba “terbatas” itulah.</p>
<p>Tapi… anda harus jujur! Jangan mengada-ada. Kalau stok barang yang sebenarnya melimpah ruah kok anda bilang terbatas, “apa kata dunia?” ? bisa hancur bisnis affiliate anda. Karena, lagi-lagi saya katakan, kredibilitas anda dipertaruhkan. Pembeli bisa kecewa, bila anda main-main dengan mereka.</p>
<p>Sekali lagi, saya katakan jangan pernah main-main dengan pembeli. Karena tanpa mereka, anda bukan apa-apa! Jadi, jangan sampai membuat pembeli kecewa!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jokosusilo.com/2008/02/17/jangan-pernah-kecewakan-pembeli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teman adalah Aset Tak Ternilai</title>
		<link>http://www.jokosusilo.com/2008/02/04/teman-adalah-aset-yang-tak-ternilai/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=teman-adalah-aset-yang-tak-ternilai</link>
		<comments>http://www.jokosusilo.com/2008/02/04/teman-adalah-aset-yang-tak-ternilai/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2008 06:11:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joko Susilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Start and Grow Your Business]]></category>
		<category><![CDATA[aset]]></category>
		<category><![CDATA[milis]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jokosusilo.com/2008/02/04/teman-adalah-aset-yang-tak-ternilai/</guid>
		<description><![CDATA[Semua orang pasti ingin memiliki aset tak ternilai. Semua orang bisa sukses asal fokus dan kerja keras. Tapi, apa hanya itu yang anda perlukan agar sukses di bisnis internet? Jawabannya, tidak! Karena, untuk mengembangkan bisnis di bidang ini, anda perlu teman. (dalam bisnis offline anda juga perlu teman, perlu relasi, dan perlu koneksi). Bagaimana bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jokosusilo.com/wp-content/uploads/2008/02/friendship2.JPG" alt="Teman adalah aset tak ternilai" width="221" height="141" align="left" />Semua orang pasti ingin memiliki<strong> aset tak ternilai. </strong>Semua orang bisa sukses asal fokus dan kerja keras.</p>
<p>Tapi, apa hanya itu yang anda perlukan agar sukses di bisnis internet?</p>
<p>Jawabannya, tidak! Karena, untuk mengembangkan bisnis di bidang ini, anda perlu teman. (dalam bisnis offline anda juga perlu teman, perlu relasi, dan perlu koneksi).<span id="more-73"></span></p>
<h2>Bagaimana bisa teman menjadi aset tak ternilai?</h2>
<p>Lebih jelasnya, saya akan cerita sedikit. Saya ingat, beberapa waktu lalu teman saya membuka warung makan di sekitar kampus. Warungnya tidak terlalu besar dan target marketnya jelas mahasiswa.</p>
<p>Karena di sekitar kampus sudah banyak warung berdiri, sudah pasti persaingan berlangsung ketat. Teman saya itu sudah menciptakan strategi pemasaran yang bagus, misal, menu-menunya berbeda dari warung yang lain.</p>
<p>Tapi, tidak banyak mahasiswa yang mampir. Anda tahu sendiri, yang namanya mahasiswa itu perhitungan. Lebih baik memilih  di warung langganan yang sudah terbukti enak dan murah dari pada coba-coba eh malah kecewa. Lagi pula, umumnya orang pasti berpikir ”warung yang sepi pasti masakannya nggak  enak atau terlalu mahal?”</p>
<p>Lalu, teman saya itu memanfaatkan semua teman dan relasi yang ia punya. Ia pun woro-woro pada kami kalau ia membuka warung baru. Hasilnya, setiap kami melewati warungnya pasti kami mampir dan coba icip-icip. Nah, dari situ warung teman saya punya daya tarik. Mahasiswa di sana ikut-ikutan penasaran. ”kenapa ya kok warung itu ramai?” Hasilnya kini warung teman saya itu menjadi salah satu yang paling laris.</p>
<p>Dalam bisnis internet pun begitu. Sekedar contoh kita sebut saja Truemors dan Pownce. Pada awal launching, kedua situs web langsung mendapat pengunjung yang lumayan. Padahal iklannya pun tidak begitu gencar.</p>
<p><strong>Mengapa bisa begitu?</strong></p>
<p>Usut punya usut, ternyata si empunya situs web ini adalah Guy Kawasaki dan Kevin Rose. Mereka berdua ini dikenal punya banyak relasi dan teman. Begitu situs di-launching, mereka tinggal promosi saja ke teman-temannya. Dari sana, <a title="menjaring pengunjung" href="http://www.jokosusilo.com/2008/06/09/3-konsep-mudah-menjaring-dan-mempertahankan-pengunjung/">pengunjung internet</a> lain juga ikut-ikutan tertarik.</p>
<p>Nah lalu bagaimana cara memanfaatkan teman-teman anda untuk menghasilkan uang? Atau pertanyaan lainnya bagaimana membuat teman-teman kita &#8220;lengket&#8221; dengan kita seperti yang dilakukan Kawasaki dan Rose?</p>
<p>Sabar&#8230;sabar&#8230;</p>
<p>Sebelum saya jawab, saya mau sharing dulu. Menurut buku-buku yang saya baca selama ini, pada prinsipnya, kawan dalam bisnis internet itu portable alias bisa dibawa kemana saja (Kayak flashdisk hehe ). Maksudnya, kalau teman atau relasi itu sudah percaya kita,</p>
<p>maka dia mau berbuat apa saja. Maka, jaga kepercayaan dari kawan atau teman dengan sebaik-baiknya.</p>
<p>Ya di acara RT-RW atau arisan kalau dalam dunia nyata. Kalau di internet ya di komunitas online. Mereka (relasi atau teman anda) adalah pembuka jalan kesuksesan anda. Sebab mereka bukan sekedar teman bagi anda, tapi juga bisa jadi konsumen dan agen iklan. Bukan hanya saat ini, tapi juga seterusnya.</p>
<p>So, luaskan jaringan anda setiap hari. Jika sekarang anda punya 10 ribu kontak dalam daftar alamat anda, luaskan terus sampai seluruh warga RT di seluruh dunia bisa anda kenal.</p>
<p>Biar kenal, ikut mailing list (milis) adalah cara paling gampang. Bergabung dalam milis setidaknya anda akan mendapat kenalan-kenalan yang lumayan banyak. Nah, kalau sudah dapat banyak teman, renungkan apa yang akan anda lakukan dengan orang-orang itu?</p>
<p>Seperti tadi saya katakan, anda bisa jual produk anda pada mereka. Jadikan mereka konsumen anda!</p>
<p>Dan jangan lupa terus memelihara hubungan baik dengan mereka. Karena itu penting memberi ”penghargaan” pada mereka. Jangan hanya memikirkan keuntungan sendiri. Berikan hadiah-hadiah kecil. Misal e-book atau artikel-artikel menarik.</p>
<p>Kata orang bijak, jika anda baik pada teman, teman juga akan baik pada anda. Begitupun sebaliknya.</p>
<p>Bagaimana, benarkan jika teman disebut sebagai aset tak ternilai?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jokosusilo.com/2008/02/04/teman-adalah-aset-yang-tak-ternilai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>68</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

