<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Bisnis Online dan Internet Marketing &#124; JokoSusilo.com &#187; pertanyaan</title>
	<atom:link href="http://www.jokosusilo.com/tag/pertanyaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jokosusilo.com</link>
	<description>Saatnya tekuni bisnis online lebih serius...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 08:47:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
<image>
<link>http://www.jokosusilo.com</link>
<url>http://www.jokosusilo.com/wp-content/plugins/maxblogpress-favicon/icons/favicon-41.ico</url>
<title>Blog Bisnis Online dan Internet Marketing | JokoSusilo.com</title>
</image>
		<item>
		<title>Bagaimana Menjawab Komentar dengan Tepat?</title>
		<link>http://www.jokosusilo.com/2008/04/17/bagaimana-menjawab-komentar-dengan-tepat/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bagaimana-menjawab-komentar-dengan-tepat</link>
		<comments>http://www.jokosusilo.com/2008/04/17/bagaimana-menjawab-komentar-dengan-tepat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 03:43:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joko Susilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging Tips]]></category>
		<category><![CDATA[blogging tips. comment]]></category>
		<category><![CDATA[jawab komentar]]></category>
		<category><![CDATA[pertanyaan]]></category>
		<category><![CDATA[respon komentar]]></category>
		<category><![CDATA[saran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jokosusilo.com/2008/04/17/bagaimana-menjawab-komentar-dengan-tepat/</guid>
		<description><![CDATA[Memiliki blog tak beda jauh dengan hidup bertetangga yang  berdampingan, saling tegur sapa, saling tanya kabar, saling bantu, saling memberikan komentar satu sama lain dan sebagainya. Boleh dikata dengan punya blog, kita melatih sifat diri kita sebagai makhluk sosial. Apalagi jika kita mendambakan blog kita merenggut kesuksesan. Sudah pasti berhubungan dengan blogger lain bukan lagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.jokosusilo.com/wp-content/uploads/2008/04/bagaimana-menjawab-komentar.jpg" alt="Bagaimana Menjawab Komentar dengan Tepat?" width="116" height="122" align="left" />Memiliki blog tak beda jauh dengan hidup bertetangga yang  berdampingan, saling tegur sapa, saling tanya kabar, saling bantu, saling memberikan komentar satu sama lain dan sebagainya. Boleh dikata dengan punya blog, kita melatih sifat diri kita sebagai makhluk sosial.</p>
<p>Apalagi jika kita mendambakan blog kita merenggut kesuksesan. Sudah pasti berhubungan dengan blogger lain bukan lagi sebatas kewajiban, tapi sudah menjadi KEBUTUHAN. Karena tanpa berhubungan dengan blog lain, sulit blog kita bisa berkembang.</p>
<p>Hubungan dengan blogger lain pun harus terus-menerus dijaga dan ditingkatkan. Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan saling bertegur sapa. Lewat komentar, kita bisa sampaikan pertanyaan, pikiran, pandangan, atau saran kita terhadap blog lain.</p>
<p>Akan tetapi kadang kita sering lupa melakukannya. Mungkin karena kita terlampau asyik berkutat dengan hal-hal teknis dalam diri blog kita. Seperti memperbaiki tampilan atau menambah fitur-fitur baru.<span id="more-171"></span></p>
<p>Inilah kalau boleh saya sebut sebagai salah satu kesalahan terbesar dalam ngeblog. Karena dengan menarik diri dari pergaulan ngeblog, pasti blog kita tak bakal pernah merangkak maju. Tak akan pernah ada yang tahu kalau kita punya blog. Tak ada yang pernah tahu keahlian dan kemampuan kita. Dan otomatis juga tak akan pernah ada yang mau melirik apapun yang kita tawarkan.</p>
<h2>Tips menjawab komentar dengan tepat</h2>
<p>Saya tegaskan lagi…<strong>Tak ada blog yang bisa hidup sendiri, kecuali ia menginginkan kematiannya sendiri. Lihat dan bergeraklah ke luar blog anda. Jalin hubungan dengan blogger lain. Dengan begitu anda betul-betul menginginkan blog anda mencapai kesuksesan. Karena sebetulnya setiap blog punya kesempatan yang sama terhubung dengan jaringan raksasa blog lainya di seluruh dunia. </strong></p>
<p>Kalau blog kita kemudian sudah banyak terhubung dengan blog lain dan sudah banyak dikomentari, kita perlu menindaklanjutinya. Baik dengan dengan menjawab pertanyaan atau menanggapi saran. Agar sapaan mereka tidak bertepuk sebelah tangan.</p>
<p>Nah, untuk menjawab komentar, ada sejumlah kiat yang perlu anda perhatikan.</p>
<ol>
<li><strong>Pahami komentar yang ingin anda respon.</strong> Pastikan anda mengerti apa yang disampaikannya. Baik mengenai maknanya maupun nada penyampaiannya. Sebab kalau salah memahami maksud sebuah komentar bisa menimbulkan kesalahpahaman. Ujung-ujungnya membuang energi yang tak perlu karena harus membuat emosi naik-turun. Untuk menghindarinya, jika perlu baca berulang kali komentar yang ingin anda tanggapi agar paham maksudnya.</li>
<li><strong>Balas dengan kepala dingin.</strong> Sekalipun mungkin sebuah komentar bernada pedas dan bikin hati tak enak, jawablah dengan pikiran jernih dan hati yang tenang. Selalu bayangkan itikad baik si pemberi komentar. Tetaplah berpikir positif. Yakinlah pemberi komentar hanya menginginkan kemajuan blog kita. Ibarat jamu, komentar yang pahit bisa membuat blog kita sehat.</li>
<li><strong>Fokus terhadap isi komentar.</strong> Jawab dan tanggapi sesuai dengan yang ditanyakan. Hindari menjawab di luar isi komentar.</li>
<li><strong>Pilih cara menjawabnya.</strong> Anda bisa menjawabnya lewat email, atau melalui blog pemberi komentar, atau melalui blog anda sendiri. Menjawab lewat email bisa untuk hal yang sangat spesifik atau kasuistik serta mungkin tak perlu diketahui banyak orang. Menjawab ke blog pemberi komentar bila memang dirasa lebih cocok untuknya serta pembaca blognya. Dan bisa pula dijawab di blog anda sendiri bila isinya sesuai untuk konsumsi pengunjung blog anda. Tentu jalur yang anda putuskan tempuh sangat bergantung dengan isi komentarnya.</li>
</ol>
<p>Nah, itu kira-kira yang bisa anda lakukan dalam menjawab komentar. Kalau blog anda memiliki komentar yang sangat banyak, tentu anda akan kesulitan menjawab setiap komentar yang masuk. Karena itu akan banyak menguras waktu anda.</p>
<p>Pilih saja komentar yang kira-kira sesuai konteks yang anda tulis dan menjadi pertanyaan banyak orang. Namun kalau blog anda masih kekurangan komentar, anda bisa <a title="Bagaimana membuat blog dibanjiri komentar" href="http://www.jokosusilo.com/2008/03/22/bagaimana-membuat-blog-dibanjiri-komentar/" target="_blank">pancing mereka untuk berkomentar</a>.</p>
<p>Ok sekian dulu. Berikutnya kita bahas hal-hal lain yang tak kalah menarik dan berguna seputar blog. Oh ya kalau boleh saya tanya, seberapa sering anda memberi dan menjawab komentar?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jokosusilo.com/2008/04/17/bagaimana-menjawab-komentar-dengan-tepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>66</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>6 Pertanyaan untuk Landing Page anda</title>
		<link>http://www.jokosusilo.com/2008/02/20/6-pertanyaan-untuk-landing-page-anda/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=6-pertanyaan-untuk-landing-page-anda</link>
		<comments>http://www.jokosusilo.com/2008/02/20/6-pertanyaan-untuk-landing-page-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 12:14:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joko Susilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Affiliate Programs]]></category>
		<category><![CDATA[affiliate program]]></category>
		<category><![CDATA[formulabisnis]]></category>
		<category><![CDATA[landing page]]></category>
		<category><![CDATA[pertanyaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jokosusilo.com/2008/02/20/6-pertanyaan-untuk-landing-page-anda/</guid>
		<description><![CDATA[Saat anda mengunjungi satu situs web affiliate, apakah anda bingung halaman situs ini tergolong landing page atau bukan? Ok, kalau anda masih bingung bagaimana bentuk landing page, silakan buka halaman ini, dia digunakan untuk mengarahkan pengunjung ke situs formulabisnis.com. Seperti itulah yang disebut landing page. Apa anda masih bingung? Gampangnya begini. Jika sebuah halaman situs [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jokosusilo.com/wp-content/uploads/2008/02/question2.gif" alt="6 pertanyaan utk landing page anda" align="left" />Saat anda mengunjungi satu situs web affiliate, apakah anda bingung halaman situs ini tergolong landing page atau bukan?</p>
<p>Ok, kalau anda masih bingung bagaimana bentuk <strong>landing page</strong>, silakan buka <a rel="nofollow" href="http://www.formulabisnis.com/index30jan08.php" target="_blank">halaman ini</a>, dia digunakan untuk mengarahkan pengunjung ke situs <a title="6 pertanyaan utk landing page anda" rel="nofollow" href="http://www.formulabisnis.com/?id=blogjk" target="_blank">formulabisnis.com.</a> Seperti itulah yang disebut landing page.</p>
<p>Apa anda masih bingung? Gampangnya begini. Jika sebuah halaman situs web berisi keterangan singkat atau review mengenai produk atau <a rel="nofollow" href="http://instanx.com">program</a> tertentu, dan mengarahkan pengunjung kepada produk utama, inilah yang disebut landing page.<span id="more-103"></span></p>
<p>Oya, saya kira tidak perlu menjelaskan bagian-bagian landing page lagi. Tapi tenang…saya masih akan berkutat dengan landing page.</p>
<p>Mengapa? Karena landing page adalah portal pembelian anda. So, ini sangat penting menunjang keberhasilan situs web anda. Landing page yang bagus bisa membujuk hati pengunjung untuk melakukan pembelian.</p>
<p>Yah… sebuah situs web affiliate bisa dikatakan berhasil jika ia mampu menjaring banyak pembeli. Dan… apalagi sih yang perlu anda lakukan dengan landing page situs web affiliate anda agar banyak pembeli?</p>
<p>Pertama, <strong>fokus pada pengunjung!</strong> Anda tidak perlu memikirkan yang macam-macam tentang landing page anda. Fokuskan saja perhatian anda pada pengunjung yang akan datang di situs web anda.</p>
<p>Sama halnya dengan penjualan offline. Kalau ada salesmen yang datang ke rumah, biasanya kita enggan menerima mereka. Meskipun kita tidak harus membeli produk yang mereka tawarkan, kita akan langsung menolak mereka melakukan demo produk.</p>
<p>Kira-kira kenapa ya kita bersikap demikian cuek pada salesmen? Hmmm… mungkin karena kita tidak ingin termakan rayuan mereka dan akhirnya dengan senang hati membeli produk mereka.</p>
<p>Nah, pelajaran yang bisa kita ambil dari kejadian ini? (jadi seperti sekolah ya? J) intinya, orang-orang itu malas kalau mesti membeli (sukanya gratisan! J) Apa lagi kalau membeli barang-barang yang tidak begitu kita butuhkan. Kita biasanya lebih gengsi beli barang di mall daripada dari sales. Anda setuju dengan saya?</p>
<h2>Hal yang musti diperhatikan dalam penyusunan landing page</h2>
<p>Sekarang kita kembali ke pengunjung situs web. Coba kalau kita posisikan diri kita di posisi pengunjung situs kita. Saat kita melihat landing pages, apa yang akan kita lakukan? Mungkin anda akan berpikiran, “ah! Iklan-iklan nggak penting. Aku nggak butuh barang kayak gini kok! Dan, kita akan langsung menutup halaman situs web itu.</p>
<p>Untuk mensiasati hal ini, kita harus membuat landing page yang “mempesona.” Untuk itu kita perlu bertanya pada diri sendiri. Pertanyaan ini tentu untuk mengkritisi landing page yang anda buat.</p>
<ol>
<li>Apa landing page ini sudah cocok seperti ini?</li>
<li>Apa landing page ini sudah seperti yang saya bayangkan sebelumnya?</li>
<li>Kalau saya jadi pengunjung, apa saya akan tertarik dengan produk yang dipromosikan?</li>
<li>Apakah landing page ini sudah terlihat meyakinkan?</li>
<li>Apakah semua keunggulan produk dan testimoni yang saya pasang di situs ini tampak terpercaya?</li>
<li>Kira-kira loading ke halaman ini cepat atau tidak?</li>
</ol>
<p>Ok. Sekarang coba kita lihat landing page kita masing-masing. Dan, ajukan pertanyaan di atas untuk mengkritik diri sendiri.</p>
<p>Hmm.. kira-kira bagaimana jawabannya? Sudahkah anda merasa puas dengan jawaban anda sendiri? Kalau anda bingung bagaimana mengkritik diri sendiri, atau anda tidak puas dengan jawaban sendiri, silakan meminta bantuan orang lain. Anda bisa menginterogasi mereka dengan pertanyaan di atas. Setidaknya, anda bisa mendapat jawaban yang lebih objektif.</p>
<p>So, selamat mengkritik diri sendiri untuk  menghasilkan sebuah landing page yang berkualitas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jokosusilo.com/2008/02/20/6-pertanyaan-untuk-landing-page-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>44</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

