<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Bisnis Online dan Internet Marketing &#124; JokoSusilo.com &#187; risiko</title>
	<atom:link href="http://www.jokosusilo.com/tag/risiko/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jokosusilo.com</link>
	<description>Saatnya tekuni bisnis online lebih serius...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 08:47:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
<image>
<link>http://www.jokosusilo.com</link>
<url>http://www.jokosusilo.com/wp-content/plugins/maxblogpress-favicon/icons/favicon-41.ico</url>
<title>Blog Bisnis Online dan Internet Marketing | JokoSusilo.com</title>
</image>
		<item>
		<title>Menyambut Resiko dengan Cerdas (Bagian 1)</title>
		<link>http://www.jokosusilo.com/2008/05/14/menyambut-resiko-dengan-cerdas-bagian-1/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menyambut-resiko-dengan-cerdas-bagian-1</link>
		<comments>http://www.jokosusilo.com/2008/05/14/menyambut-resiko-dengan-cerdas-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 05:08:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joko Susilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[kesempatan]]></category>
		<category><![CDATA[mengelola resiko]]></category>
		<category><![CDATA[resiko bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[risiko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jokosusilo.com/2008/05/14/menyambut-resiko-dengan-cerdas-bagian-1/</guid>
		<description><![CDATA[Mendengar kata resiko, apa yang terbayang dalam benak anda? Sesuatu yang menakutkan, tak mengenakkan, kondisi tak nyaman, dan seabrek kata lainnya yang jauh dari perbendaharan kata idaman anda. Karena itu tak heran jika banyak orang menganggap resiko selalu bermakna negatif. Membawa keburukan, tak ada untungnya dan karena itu patut dihindari bahkan dijauhi. Padahal, kalau mau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.jokosusilo.com/wp-content/uploads/2008/05/menyambut-resiko-dengan-cerdas-ok.gif" alt="Menyambut Resiko dengan cerdas" width="98" height="124" align="left" />Mendengar kata resiko, apa yang terbayang dalam benak anda? Sesuatu yang menakutkan, tak mengenakkan, kondisi tak nyaman, dan seabrek kata lainnya yang jauh dari perbendaharan kata idaman anda.</p>
<p>Karena itu tak heran jika banyak orang menganggap resiko selalu bermakna negatif. Membawa keburukan, tak ada untungnya dan karena itu patut dihindari bahkan dijauhi.</p>
<p>Padahal, kalau mau kita sadari, hidup kita tak pernah lepas dari resiko. Resiko menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian hidup kita. Contoh kecil, misal waktu kita jalan-jalan di pinggir jalan, kita beresiko kesempret kendaraan atau terperosok ke dalam lubang got.  Saat kita tengah asyik menyeruput kopi kesukaan, kita beresiko ketumpahan kopinya. Dan banyak contoh lainnya yang menegaskan hidup kita sangat dekat dengan resiko.</p>
<p>Namun ya seperti itu tadi, anehnya tak banyak orang yang suka dengan resiko. Kebanyakan lebih suka menjauhi bahkan menghindarinya.</p>
<h2>Apakah benar resiko perlu kita takuti dan jauhi?<span id="more-198"></span></h2>
<p>Menurut saya tidak. Sebaliknya, kita perlu kenal baik dengan resiko. Karena dengan mampu mengenalinya secara baik, diharapkan kita dapat mengelolanya secara tepat.</p>
<p>Dan menurut saya, resiko tak selalu bermakna negatif. Resiko juga punya sisi baik. Ia memacu kita untuk hidup lebih baik. Tak hanya monoton dari waktu ke waktu hanya begitu-begitu saja. Tapi ada peningkatan yang menegaskan bahwa kita di dunia ini “benar-benar hidup”. Tanpa henti berupaya meningkatkan kualitas diri.</p>
<p>Kalau dalam bisnis, resiko adalah kesempatan emas untuk meraih sukses. Resiko mengajarkan kita untuk mengembangkan modal yang dimiliki agar makin besar. Investasi yang kita tanam dilecut oleh resiko agar tak menciut.<br />
Seperti saya bilang di muka, kita perlu kenal baik dengan resiko. Agar kita bisa mengelolanya secara tepat. Untuk bisa melakukannya, ada satu jurus yang perlu kita kuasai. Sederhana saja, tak rumit dan tak perlu pakai bertapa di goa. <img src='http://www.jokosusilo.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Yang kita butuhkan adalah <strong>menyikapi resiko dengan cerdas</strong>.</p>
<p>Apa maksudnya?</p>
<p>Prinsip gampangnya begini. <strong>Anda tinggal membandingkan antara kemungkinan hasil terburuk dengan kemungkinan hasil terbaik yang bakal anda terima. </strong>Kalau kemungkinan hasil terbaik yang anda dapat sangat menjanjikan sementara hasil terburuknya tak terlalu berat dan tidak mengancam keselamatan anda, jangan tunda lagi saatnya anda ambil kesempatan itu.</p>
<p>Contohnya begini. Misal saya bermaksud melakukan optimasi situs web. Dan saya berniat meluangkan waktu sejam untuk mengamati jumlah pengunjung dan melakukan pembenahan di layoutnya. Apa kira-kira resiko yang dapat terjadi? Paling ya pendapatan saya akan turun kalau saya melakukan kesalahan yang kemudian membuat situs web saya tak bisa diakses. Dan saya yakin kesalahan itu bisa dibetulkan dalam beberapa jam atau cara paling gampangnya tinggal mengembalikannya pada tampilan sebelumnya. Jadi potensi terburuknya paling saya kehilangan waktu satu jam dan kehilangan sejumlah uang gara-gara situs web tidak bisa diakses. Tapi saya pun bisa belajar hal baru karena kesalahan saya mengutak-atik layout tadi.</p>
<p>Lalu kira-kira apa kemungkinan hasil terbaiknya? Sangat luar biasa. Dengan tampilan yang baru sangat mungkin akan meningkatkan penghasilan saya berikutnya. Dan ini hanya membutuhkan investasi waktu satu jam!</p>
<p>Dan ini sudah saya coba. Sejak tampilan <a rel="nofollow" href="http://www.formulabisnis.com/">www.formulabisnis.com</a> saya ganti menjadi lebih fresh, income saya meningkat hampir dua kali lipat dari sebelumnya. <img src='http://www.jokosusilo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ini juga berarti saya dapat menggunakan waktu lebih cepat untuk menghasilkan uang lebih banyak. Tak terbayangkan kan berapa keuntungan yang diraih dengan menempuh resiko secara cerdas seperti di atas? Mungkin hanya orang yang benar-benar takut dengan resiko yang tak mau mengambil kesempatan ini.</p>
<p>Kurang lebih sama dengan prinsip di atas, saya ingin tambahkan prinsip untuk menyikapi resiko secara cerdas. <strong>Jika ada sebuah kesempatan yang resiko terburuknya bersifat terbatas dan tetap, sedangkan potensi keuntungannya tanpa batas, segera rebut kesempatan ini.</strong> Kalau tidak, anda akan kehilangan kesempatan emas untuk meraih keuntungan besar. Menurut saya, lebih baik melakukan kesalahan kecil daripada melewatkan kesempatan besar.</p>
<p>Coba simak contoh-contoh sederhana pengambilan resiko secara cerdas berikut ini:</p>
<ul>
<li>Berani meminta kenaikan gaji atau promosi kepada pimpinan. (resiko terburuknya paling pimpinan hanya menolak permintaan anda, sementara hasil terbaiknya anda bisa menikmati kenaikan gaji atau jabatan seterusnya.)</li>
<li>Berani mengajak seseorang untuk kencan (resiko terburuknya paling permintaan anda ditolak, sedang hasil terbaiknya anda bisa mendapatkan pasangan hidup anda sampai akhir hayat.)</li>
<li>Berani memulai bisnis online (resiko terburuknya anda hanya kehilangan sejumlah kecil waktu dan uang, sementara hasil terbaiknya hidup anda bisa berubah lebih baik selamanya.)</li>
<li>Berani bergabung dengan suatu perkumpulan. (resiko terburuknya anda membuang waktu, sementara hasil terbaiknya anda bisa <a title="Teman adalah aset yang tak ternilai" href="http://www.jokosusilo.com/2008/02/04/teman-adalah-aset-yang-tak-ternilai/" target="_blank">punya banyak teman dan banyak keuntungan lainnya</a>.)</li>
</ul>
<p>Sekarang apa anda masih berpikir kalau resiko itu sesuatu yang menakutkan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jokosusilo.com/2008/05/14/menyambut-resiko-dengan-cerdas-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>57</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Agar Sukses Berbisnis Online (Bagian 1)</title>
		<link>http://www.jokosusilo.com/2008/05/04/bagaimana-agar-sukses-berbisnis-online-bagian-1/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bagaimana-agar-sukses-berbisnis-online-bagian-1</link>
		<comments>http://www.jokosusilo.com/2008/05/04/bagaimana-agar-sukses-berbisnis-online-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 00:09:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joko Susilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Start and Grow Your Business]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[online business]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[risiko]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[tantangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jokosusilo.com/2008/05/04/bagaimana-agar-sukses-berbisnis-online-bagian-1/</guid>
		<description><![CDATA[Hadirnya dunia bisnis online saat ini membuat hidup begitu menyenangkan. Setiap orang bisa bekerja dengan nyaman dari rumahnya, mengatur sendiri jam kerjanya, memilih bisnis yang disuka, dan menikmati penghasilan tanpa batas. Lebih dari itu, setiap orang bisa leluasa merencanakan hidupnya saat ini serta di masa depan nanti. Tanpa harus membuat keluarga terlantar, kekurangan kasih sayang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.jokosusilo.com/wp-content/uploads/2008/05/bagaimana-agar-sukses-berbisnis-online-bagian-1.jpg" alt="Bagaimana agar sukses berbisnis online bagian 1" align="left" />Hadirnya dunia bisnis online saat ini membuat hidup begitu menyenangkan. Setiap orang bisa bekerja dengan nyaman dari rumahnya, mengatur sendiri jam kerjanya, memilih bisnis yang disuka, dan menikmati penghasilan tanpa batas. Lebih dari itu, setiap orang bisa leluasa merencanakan hidupnya saat ini serta di masa depan nanti. Tanpa harus membuat keluarga terlantar, kekurangan kasih sayang akibat kesibukan mencari nafkah.</p>
<p>Sungguh bagi saya ini anugerah yang tak terkira. Adanya internet telah mengubah nasib banyak orang. Internet telah menjadi penyelamat bagi jutaan manusia untuk memiliki kehidupan yang lebih baik.</p>
<p>Tapi jauh sebelum itu, ketika bisnis online belum populer, tidak sedikit tantangan yang mesti dihadapi. Saya jadi ingat saat awal merintis bisnis online ini. Betapa tidak sedikit orang mencibir dan menganggap saya setengah (atau bahkan benar-benar) gila. Karena saya mencoba menyandarkan hidup dari dunia maya, dunia yang mungkin bagi sebagian orang sama halnya dengan dunia khayalan: dunia tempat Aladin tinggal bersama jin lampu yang mampu memenuhi segala permintaannya.</p>
<p>Namun, saya enggan memperturutkan omongan mereka. Semua cibiran, makian, sampai ungkapan sinis bernada meremehkan, saya telan tanpa dikunyah. Saya yakin <strong>bisnis online adalah bisnis nyata</strong>. Sama nyatanya dengan bisnis offline. Dan bahkan bisa mendatangkan sukses yang jauh lebih dahsyat dari bisnis offline. Keyakinan inilah yang saya pegang teguh sampai akhirnya menuntun saya mereguk kenikmatan seperti saat ini.<span id="more-186"></span></p>
<p><em>Ah rasanya tak bakal ada ada habisnya jika bernostalgia mengenang masa lalu&#8230;</em> Karena itu saya cukupkan sampai di sini dulu sharing mengenai pengalaman masa silam. Dan mari kita mulai masuk ke pembahasan kali ini.</p>
<p>Memiliki bisnis online tak ubahnya latihan mengembangkan diri menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke hari. Bagaimana kita mampu melewati tahap-tahap dari hidup kita menjadi lebih berarti dari sebelumnya.</p>
<p>Banyak hal yang sudah saya peroleh dari bisnis online. Bukan semata uang yang melimpah, bisnis online telah melatih saya menjadi pribadi tahan banting dan pantang menyerah. Bisnis online meningkatkan disiplin diri, membuat selalu haus belajar, senantiasa meningkatkan kemampuan berkomunikasi, melatih fokus, dan banyak hal lainnya.</p>
<h2>Kreatif, kunci sukses dalam bisnis online</h2>
<p>Sangat saya sadari, bisnis online-lah yang telah menempa diri saya sehingga selalu berfalsafah : <strong>hari ini harus jauh lebih baik dari hari kemarin</strong>.</p>
<p>Sebab, peningkatan diri ini secara langsung berpengaruh terhadap bisnis online yang dijalankan. Coba saja kita tak berdisiplin, gampang menyerah menghadapi situasi sulit, pastilah bisnis online kita bakal rapuh dan mudah ambruk.<br />
Dunia bisnis memang terkadang kita anggap kejam, tak mengenal kata ampun. Dunia bisnis selalu berjalan di relnya, tak pernah memberikan toleransi bagi yang tak tahu diri. Dunia bisnis hanya kenal dua hal. <strong>Yang berhasil pantas disanjung, yang gagal pantas dihukum</strong>.</p>
<p><a title="Sukses atau Gagal ada di tangan anda" href="http://www.jokosusilo.com/2008/02/29/sukses-atau-gagal-ada-di-tangan-anda/" target="_blank">Dan semuanya itu diserahkan pada kita.</a> Kita diberikan kebebasan penuh untuk memilih dan mengusahakannya. Bila kita memilih memelihara kemalasan, mempertahankan ketakutan mengembangkan bisnis, dan tak memiliki ide-ide cemerlang, pastilah bisnis online kita tinggal menunggu waktu untuk terjengkang ke jurang kegagalan.</p>
<p>Sebaliknya, kalau kita mau bergiat mengembangkan bisnis kita, berani menerobos kesulitan yang dihadapi, dan <a title="Kreativitas, Mengubah yang terbatas menjadi tanpa batas" href="http://www.jokosusilo.com/2008/01/21/kreativitas-mengubah-yang-terbatas-menjadi-tanpa-batas/" target="_blank">mau kreatif menciptakan ide-ide baru</a>, saya jamin bisnis online kita akan langgeng dan terus berkembang.</p>
<p>Satu hal lagi yang mau saya garis bawahi. Ada perbedaan mencolok antara angan-angan dan aksi. Saya yakin anda bisa membedakannya. Banyak orang yang memiliki angan-angan yang hebat, tapi karena tak pernah melangkah sedikitpun, angan-angan itu tak akan pernah menjadi kenyataan.</p>
<p>Banyak orang pula sudah memiliki bisnis online, tapi gagal mengembangkan bisnis onlinenya. Penyebabnya, mereka takut mengambil risiko. Peluang-peluang bisnis online yang banyak bertebaran tak berani mereka sabet. Mereka selalu memandang risiko dengan kacamata negatif. Bayangan kegagalan selalu menghantui mereka melebihi bayangan kesuksesan yang mungkin diraih. Sampai akhirnya peluang-peluang itu terlebih dahulu disabet orang lain dan mereka hanya mampu menyesalinya.</p>
<p>Risiko tak perlu kita takuti. Justru risiko yang akan menolong kita untuk bisa berkembang. Risiko yang akan membuat kita menjadi kuat dan tahan banting. Pebisnis sejati menjadikan risiko bukan sebagai lawan, tapi kawan yang mengantarkan menuju kesuksesan.</p>
<p>Kesulitan yang berulang kali dihadapi juga kawan yang akan membuat diri kita bertambah kuat. Berkat kesulitan yang datang, kita dilatih untuk terus mengembangkan diri dan mencari pemecahannya. Sehingga tak ada waktu untuk berdiam diri. Kita siap sedia meluangkan waktu kita untuk bekerja keras, tetap fokus meski di tengah tekanan, dan bahkan menikmati proses yang sedang dijalani.</p>
<p>Kita mungkin saja bisa berdalih kalau setiap orang itu berbeda. Sehingga ketika menghadapi sesuatu pun memiliki ketahanan yang berbeda pula. Itu benar, tapi bukan itu yang kita butuhkan. Kita tak butuh tertekan untuk bisa sukses. Kita hanya perlu menantang diri kita untuk bisa sukses.</p>
<p>Simpan wajah mengkerut anda dan tetap optimislah menjalani bisnis online. Tatap masa depan anda dengan senyum cerah. Yakinlah, <strong>pasti ada banyak kemudahan dibalik segelintir kesulitan.</strong></p>
<p>Dan sebab itu pula selalu saya tekankan <strong>STOP DREAMING, START ACTION</strong>. Segera bertindak mulai sekarang. Rebut peluang dan terjang risiko!</p>
<p>Siapkah anda menerima tantangan untuk sukses dalam bisnis online?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jokosusilo.com/2008/05/04/bagaimana-agar-sukses-berbisnis-online-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>74</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

