<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Bisnis Online dan Internet Marketing &#124; JokoSusilo.com &#187; waktu</title>
	<atom:link href="http://www.jokosusilo.com/tag/waktu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jokosusilo.com</link>
	<description>Saatnya tekuni bisnis online lebih serius...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 08:47:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
<image>
<link>http://www.jokosusilo.com</link>
<url>http://www.jokosusilo.com/wp-content/plugins/maxblogpress-favicon/icons/favicon-41.ico</url>
<title>Blog Bisnis Online dan Internet Marketing | JokoSusilo.com</title>
</image>
		<item>
		<title>7 Kebiasaan Buruk Pebisnis Internet yang Harus Dihentikan dari Sekarang!</title>
		<link>http://www.jokosusilo.com/2008/12/05/7-kebiasaan-buruk-pebisnis-internet-yang-harus-dihentikan-dari-sekarang/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=7-kebiasaan-buruk-pebisnis-internet-yang-harus-dihentikan-dari-sekarang</link>
		<comments>http://www.jokosusilo.com/2008/12/05/7-kebiasaan-buruk-pebisnis-internet-yang-harus-dihentikan-dari-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 04:47:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joko Susilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Productivity]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan buruk]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan jelek]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kesuksesan]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[pebisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[prioritas]]></category>
		<category><![CDATA[senyum]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[tidak produktif]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jokosusilo.com/?p=542</guid>
		<description><![CDATA[Ingin menjadi pebisnis internet sukses? Sudah pasti anda menjawab mau. Tapi masalahnya, kadang kita kerap kali melakukan hal-hal yang menjauhkan dari kesuksesan itu. Misal menjadi tidak produktif dan tidak menghargai waktu yang ada. Padahal siapapun tahu kalau waktu yang kita miliki amatlah terbatas dibanding kewajiban yang harus kita lakukan. Namun kita mudah terbuai untuk menyia-nyiakannya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-544" title="7-kebiasaan-buruk-pebisnis-internet-yang-harus-dihentikan-dari-sekarang" src="http://www.jokosusilo.com/wp-content/uploads/2008/12/7-kebiasaan-buruk-pebisnis-internet-yang-harus-dihentikan-dari-sekarang.jpg" alt="" width="106" height="160" />Ingin menjadi <a title="Cara Berpikir Pebisnis Internet Sukses" href="http://www.jokosusilo.com/2008/01/22/cara-berpikir-pebisnis-internet-sukses/" target="_blank">pebisnis internet sukses</a>? Sudah pasti anda menjawab mau. Tapi masalahnya, kadang kita kerap kali melakukan hal-hal yang menjauhkan dari <a title="Produktivitas Menentukan Kesuksesan anda" href="http://www.jokosusilo.com/2008/02/04/produktivitas-menentukan-kesuksesan-anda/" target="_blank">kesuksesan</a> itu. Misal menjadi tidak produktif dan tidak menghargai waktu yang ada. Padahal siapapun tahu kalau waktu yang kita miliki amatlah terbatas dibanding kewajiban yang harus kita lakukan. Namun kita mudah terbuai untuk menyia-nyiakannya.</p>
<p>Nah, berkaitan dengan itu, saya sudah menghimpun kebiasaan-kebiasaan buruk pebisnis internet yang harus dihentikan dari sekarang. Bukan cuma yang berhubungan soal internet saja, tapi juga kesehatan. Apa sajakah itu?<span id="more-542"></span></p>
<ol>
<li><strong>Terlalu asyik browsing.</strong> Internet memang gudangnya informasi. Dan ini bisa menyebabkan anda ketagihan. Seolah-olah semua informasi di internet penting untuk anda. Anda hilir mudik kesana kemari mengumpulkan berbagai informasi dan yakin kalau itu semua berharga bagi anda. Tidak! Anda tidak membutuhkan semua informasi yang ada di dunia ini. Yang anda butuhkan hanya yang benar-benar bermanfaat untuk anda. Cukup pilih beberapa situs web, blog, atau portal yang memang menurut anda memberi banyak manfaat.</li>
<li><strong>Gemar menunda.</strong> Biasanya ini ada kaitannya dengan poin di atas. Misal anda punya sejumlah daftar pekerjaan yang harus dilakukan, tapi karena asyik browsing ke sana kemari, anda jadi lupa untuk mengerjakannya. Dan baru tersadar beberapa jam berikutnya ketika sudah banyak waktu terbuang. Maka waspadalah! Jangan sampai kehilangan tujuan utama anda dalam berbisnis internet.</li>
<li><strong>Tidak memiliki prioritas.</strong> Ini masih terkait dengan poin di atas. Tidak memiliki prioritas berarti anda tak tahu mana yang harus didahulukan, dan apa yang bisa dilakukan belakangan. Apa yang terpenting bagi anda? Tanyakan itu pada diri anda dan buat prioritas mana yang harus anda lakukan terlebih dulu. Kalau anda tidak memiliki prioritas, segalanya tampak sama urgen dan pentingnya bagi anda. Maka tentukan apa yang <strong>paling penting</strong> bagi anda <strong>saat ini</strong> <strong>dan harus diselesaikan sekarang</strong> juga.</li>
<li><strong>Jarang senyum.</strong> Kalau yang ini biasanya karena jadwal yang ditetapkan begitu padat atau targetnya terlampau tinggi. Sehingga ketika berada di depan monitor komputer yang dipikirkan hanya serangkaian tugas dan target itu. Menjadi terlalu serius di depan komputer tak baik. Karena akan membuat jadi jarang senyum dan bisa memicu <a title="Sukses Tanpa Stres" href="http://www.jokosusilo.com/2008/06/04/sukses-tanpa-stres/" target="_blank">stres</a>. Saya harap ini tidak terjadi pada anda. Kalau anda sudah terlanjur terjangkit, cara mengatasinya ya dengan sering tersenyum. Ingat, internet adalah media yang menghubungkan anda dengan manusia-manusia lainnya. Maka bersikaplah sebagai manusia. Senyumlah dan gunakan emoticon untuk menggambarkan suasana hati anda.  <img src='http://www.jokosusilo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </li>
<li><strong>Sering mengecek email.</strong> Ada lagi yang kadang dalam beberapa menit selalu me-refresh kotak inbox emailnya. Perlukah? Menurut saya tidak. Tidak perlu sesering itu mengecek email. Sebab saya yakin ada hal yang jauh lebih penting yang harus anda lakukan. Misalnya, menyiapkan sistem bisnis internet anda atau mulai menjalankan kegiatan promosi agresif anda.</li>
<li><strong>Jarang menggerakkan badan.</strong> Karena asyik bekerja di depan komputer yang tinggal menggerakkan jari-jari saja, tubuh anda lainnya jadi kurang bergerak. Terus-menerus berada di atas kursi tanpa banyak bergerak bisa membuat tubuh anda pegal-pegal. Gerakkan badan anda ke kanan dan kekiri setiap tiga atau empat jam sekali.</li>
<li><strong>Kebanyakan kopi.</strong> Pebisnis internet yang suka begadang biasanya gemar mengatasi rasa ngantuknya dengan minum kopi berkali-kali. Hati-hatilah! Kopi bisa membuat perut anda “bergolak”. Menurut pakar kesehatan, jumlah kafien yang boleh dikonsumsi setiap hari tidak lebih dari 300 miligram atau setara dengan dua cangkir kopi. Jadi batasi konsumsi kopi anda.</li>
</ol>
<p>Nah, ketujuh perilaku buruk ini wajib anda waspadai dari hidup anda sebagai pebisnis internet. Sebab, kesuksesan anda bisa terhambat. Memang untuk sukses ada banyak <a title="3 Penghalang Kesuksesan Bisnis Online anda" href="http://www.jokosusilo.com/2008/05/12/3-penghalang-kesuksesan-bisnis-online-anda/" target="_blank">&#8216;lubang&#8217; yang menghalangi tujuan anda</a>. Tapi yakinlah ketika anda bisa melewati lubang-lubang itu, niscaya kesuksesan anda pasti teraih.</p>
<p>Akhirnya, selamat menikmati akhir pekan! Selamat bercengkrama dengan keluarga tercinta&#8230;</p>
<p>Oya, anda mungkin mau menyampaikan apa lagi kebiasaan buruk lain yang perlu ditambahkan? Atau punya pendapat berbeda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jokosusilo.com/2008/12/05/7-kebiasaan-buruk-pebisnis-internet-yang-harus-dihentikan-dari-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>316</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lakukan Filter Social Media untuk Kemajuan Bisnis Internet Anda</title>
		<link>http://www.jokosusilo.com/2008/08/18/lakukan-filter-social-media-untuk-kemajuan-bisnis-internet-anda/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=lakukan-filter-social-media-untuk-kemajuan-bisnis-internet-anda</link>
		<comments>http://www.jokosusilo.com/2008/08/18/lakukan-filter-social-media-untuk-kemajuan-bisnis-internet-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 17:03:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joko Susilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interactive]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jokosusilo.com/2008/08/18/lakukan-filter-social-media-untuk-kemajuan-bisnis-internet-anda/</guid>
		<description><![CDATA[Anda tahu friendster adalah social media? Pernah bergabung di sana? Kalau iya, saya ingin tanya, “apa manfaat yang anda peroleh dari friendster? Katakanlah anda punya banyak teman, banyak jaringan, dan bisa berbagi cerita di sana. Benar begitu? Eit&#8230; Tapi tunggu sebentar. Anda sudah tahu apa itu social media? Begini, social media adalah sebuah tempat dimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.jokosusilo.com/wp-content/uploads/2008/08/lakukan-filter-social-media-untuk-kemajuan-bisnis-anda.jpg" alt="lakukan filter social media untuk kemajuan bisnis anda" width="122" height="117" align="left" />Anda tahu <a title="Friendster" rel="nofollow" href="http://www.friendster.com/" target="_blank">friendster</a> adalah social media? Pernah bergabung di sana? Kalau iya, saya ingin tanya, “apa manfaat yang anda peroleh dari friendster? Katakanlah anda punya banyak teman, banyak jaringan, dan bisa berbagi cerita di sana. Benar begitu?</p>
<p>Eit&#8230; Tapi tunggu sebentar.<strong> Anda sudah tahu apa itu social media?</strong> Begini, social media adalah sebuah tempat dimana kita bisa mengintegrasikan kecakapan kita dalam teknologi, berinteraksi sesama pengguna internet, menampilkan tulisan, gambar, video, atau bahkan audio. Dalam sebuah social media kita bisa menjalin suatu komunitas dimana orang-orang di dalamnya bisa bebagi cerita dan berbagi pengetahuan. Social media beragam bentuknya. Ada yang berupa forum, blog, vlog, wiki, podcast, dan lainnya.<span id="more-281"></span></p>
<p>Asyik memang. Dan sebagai pebisnis internet kita bisa menjaring banyak teman di sini. Bukankah kita wajib memiliki banyak relasi online? Betul, <a title="Banyak Teman Banyak Rejeki" href="http://www.jokosusilo.com/2008/01/18/banyak-teman-banyak-rejeki/" target="_blank">banyak teman banyak rejeki</a>. Semakin banyak alamat email anda kumpulkan, semakin lancar bisnis anda.</p>
<p>Tapi, hati-hati. Sebagai pebisnis kita mesti cerdik melangkah. Beberapa layanan social media memiliki data yang tidak valid. Maksud saya, mereka yang berbondong-bondong ikut friendster tidak jarang melakukan manipulasi data. So, mereka mengisi data diri dengan sembarangan.</p>
<p>Lalu bagaimana? Anda perlu melakukan seleksi. Ingat, apapun yang anda lakukan harus bertujuan untuk mengembangkan bisnis anda. Tidak ada lagi tindakan coba-coba atau iseng. Saat bergabung dengan friendster misalnya, baiknya hanya konsentrasi dengan mereka yang anda anggap penting. Orang penting ini bisa jadi mereka yang punya profil paling menarik. Atau, mereka yang memiliki banyak teman dan sesuai dengan target market untuk produk anda.</p>
<h2>Social media untuk berpromosi</h2>
<p>Cara ini juga bisa anda terapkan jika anda bergabung dalam social media bookmark seperti <a title="Delicious" rel="nofollow" href="http://delicious.com/" target="_blank">del.icio.us</a> dan <a title="StumbleUpon" rel="nofollow" href="http://www.stumbleupon.com/" target="_blank">StumbleUpon</a> atau social news sites seperti <a title="Reddit" rel="nofollow" href="http://www.reddit.com/" target="_blank">Reddit</a> dan <a title="Digg" rel="nofollow" href="http://digg.com/" target="_blank">Digg</a>. Hanya ambil data-data penting yang anda butuhkan.</p>
<p>Social media menjadi salah satu pilihan orang untuk menjaring teman. Selain itu, social media juga menjadi salah satu sumber informasi di internet. Maka tak heran jika penggunanya sangat banyak. Dan otomatis, arus informasi di dalamnya sangat ramai dan padat. Jadi, kita mesti punya filter ampuh agar bisa menyaring aliran informasi tersebut. Pastikan anda hanya mendapat informasi yang paling penting dan paling bermanfaat.</p>
<p>Ok&#8230; sekarang anggap saja anda sudah sukses melakukan filter teman dan informasi. Ya, anda sudah punya prioritas apa dan siapa saja yang akan anda lihat setiap hari. Artikel dan blog yang anda baca sudah anda percayai. Lalu, apa lagi yang perlu dilakukan? Perlukah filter lapis kedua?</p>
<p>Ya, meski anda sudah membatasi teman dan membatasi informasi, anda masih perlu membatasi apa yang perlu anda serap dari mereka setiap hari. Jangan buang  waktu dengan memeriksa semuanya satu per satu. Anda perlu sistem dan alat yang bisa memberikan data paling berguna untuk anda. Misal anda bisa manfaatkan fasilitas RSS untuk berlangganan content di blog favorit anda. Anda pun bisa melakukan hal lainnya untuk melakukan segmentasi informasi dan menyaring data kasar.</p>
<p>Ok&#8230; kini saatnya anda beraksi. Jadilah manajer untuk diri anda sendiri. Segala sesuatunya harus anda atur. Bukan cuma jam kerja, content blog, atau situs web saja yang perlu anda atur. Tapi, aliran informasi yang masuk ke kepala anda juga harus anda siasati. Seorang manajer dituntut untuk selalu bertindak efisien dan efektif. Agar waktu anda tidak banyak terbuang untuk hal yang tidak bermanfaat. Maka, sekali lagi, <a title="Lakukan Prioritas dan Belajar secara Cerdas" href="http://www.jokosusilo.com/2008/08/05/lakukan-prioritas-dan-belajar-secara-cerdas/" target="_blank">anda perlu  melakukan prioritas</a>.</p>
<p>Time is not money anymore, but it is more than that. Time is the most expensive thing in this world. Kita bisa dapat uang dengan memanfaatkan waktu kita. Tapi, kita tidak bisa membeli waktu dengan uang kita. Gunakan social media secara cerdik, Anda sepakat?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jokosusilo.com/2008/08/18/lakukan-filter-social-media-untuk-kemajuan-bisnis-internet-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>86</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Plus-Minus Konsep Penghasilan Per Jam</title>
		<link>http://www.jokosusilo.com/2008/05/30/plus-minus-konsep-penghasilan-per-jam/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=plus-minus-konsep-penghasilan-per-jam</link>
		<comments>http://www.jokosusilo.com/2008/05/30/plus-minus-konsep-penghasilan-per-jam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 02:02:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joko Susilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Productivity]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[target penghasilan]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jokosusilo.com/2008/05/30/plus-minus-konsep-penghasilan-per-jam/</guid>
		<description><![CDATA[Posting sebelumnya sudah mengurai tentang konsep penghasilan per jam . Dan kini kita bahas tentang plus-minus konsep penghasilan ini. Sisi positif yang bisa anda capai kalau menerapkan sistem ini adalah fokus anda untuk meningkatkan penghasilan akan lebih terarah. Sebab ada patokan penghasilan yang ingin anda capai. Misalnya penghasilan anda sekarang Rp 50 ribu/ jam dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.jokosusilo.com/wp-content/uploads/2008/05/plus-minus-konsep-penghasilan-per-jam.jpg" alt="Plus-minus konsep penghasilan per jam" align="right" />Posting sebelumnya sudah mengurai tentang <strong><a title="Bagaimana membuat penghasilan terus meningkat tanpa henti" href="http://www.jokosusilo.com/2008/05/27/bagaimana-membuat-penghasilan-terus-meningkat-tanpa-henti/" target="_blank">konsep penghasilan per jam</a></strong> . Dan kini kita bahas tentang plus-minus konsep penghasilan ini.</p>
<p>Sisi positif yang bisa anda capai kalau menerapkan sistem ini adalah fokus anda untuk meningkatkan penghasilan akan lebih terarah. Sebab ada patokan penghasilan yang ingin anda capai. Misalnya penghasilan anda sekarang Rp 50 ribu/ jam dan bermaksud menaikkannya menjadi Rp 80 ribu/jam, anda akan berupaya mencari jalan mewujudkannya. Dengan begitu, anda lebih sadar terhadap pekerjaan yang tak lagi prospek pada diri anda. Anda menghindarkan diri dari membuang waktu yang hanya menghasilkan sedikit uang.<span id="more-212"></span></p>
<p>Kemudian bertahap anda bisa mulai mengurangi aktivitas Rp 50 ribu/jam dan menggiatkan aktivitas yang bernilai Rp 80 ribu/jam. Atau bisa juga anda minta bantuan orang lain untuk mengerjakannya. Misal, anda merekrut karyawan freelance yang mungkin dibayar Rp 30 ribu/ jam untuk melakukan pekerjaan anda itu. Dengan begitu, anda punya tiga keuntungan. Selain pekerjaan anda tak terbengkalai, anda tetap mendapatkan aliran uang dari pekerjaan tadi, serta ikut mengurangi jumlah pengangguran. <img src='http://www.jokosusilo.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<h2>Bagaimana bila anda menerapkan konsep penghasilan tersebut dengan peningkatan penghasilan yang tak terlalu besar?</h2>
<p>Misal dari Rp 50 ribu/jam menjadi Rp 80 ribu/jam, proses yang akan ditempuh untuk mencapai kondisi bebas finansial terlampau lama. Untuk bisa mencapai penghasilan Rp 10 juta/jam akan butuh waktu berpuluh tahun. Dan yang terburuk, dengan menetapkan penghasilan pada level relatif rendah, anda secara tidak sadar telah membuat batas penghasilan bagi diri anda.</p>
<p>Maksudnya? Kalau anda misal menetapkan Rp 80 ribu/jam, secara tidak langsung anda mengatakan bahwa penghasilan anda bukan Rp 100 ribu/jam, Rp 500 ribu/jam, atau Rp 1 juta/jam. Sehingga membuat pikiran kita tak dapat membayangkan untuk meraih hasil yang lebih besar seperti Rp 10 juta/jam. Dengan membatasi penghasilan kita pada angka rendah, maka peluang yang bisa kita bayangkan hanya segitu saja.</p>
<p>Memang dengan menerapkan konsep penghasilan tersebut, setidaknya menghindari resiko terburuk untuk tak mendapatkan apa-apa. Namun, dengan begitu juga membuat anda kehilangan peluang untuk menghasilkan penghasilan yang jauh lebih besar. Karena itu anda perlu <a title="Menyambut resiko dengan cerdas bagian 1" href="http://www.jokosusilo.com/2008/05/14/menyambut-resiko-dengan-cerdas-bagian-1/" target="_blank">menyikapi resiko dengan cerdas</a>.</p>
<p>Selain itu, dengan memiliki target penghasilan yang rendah, bisa membuat kurang tertantang mewujudkannya. Sebaliknya, dengan memiliki target yang tinggi, bisa dibayangkan anda tak akan pernah melewatkan setiap detik waktu kerja anda.</p>
<p>Namun ironisnya, banyak orang yang enggan melakukannya. Mereka lebih suka menjadi karyawan yang digaji setiap bulan. Sebab menurut mereka resikonya lebih ringan dibanding menjadi pengusaha. Padahal kalau mau kita pikirkan lebih jauh, menjadi pengusaha sebetulnya beresiko lebih rendah dibanding menjadi karyawan. Bagi pengusaha sangat mudah mendapatkan Rp 10 juta sejam, tapi bagi karyawan itu butuh perjuangan jauh lebih keras dan lama serta masih dibayang-bayangi resiko pemecatan.</p>
<p>Dan bahkan mungkin banyak orang menganggap penghasilan sebegitu besar tidak realistis. Tapi kalau kita lihat orang-orang terkaya di dunia, penghasilan mereka sudah jauh melewati angka itu. Artinya, sebetulnya kesempatan itu nyata dan ada. Tapi mungkin karena keyakinan kita yang terbatas untuk meraihnya, maka pengalaman itu tak akan pernah dialami.<br />
Sebab itu, selalu saya sarankan, buka pikiran anda. Yakinlah kalau kesempatan itu ada dan bisa menjadi nyata. Dan anda tak perlu mempedulikan orang lain yang meragukan keyakinan anda itu. Karena tak ada gunanya.</p>
<p>Kesempatan untuk mendapatkan penghasilan raksasa itu pun sebetulnya sangat banyak. Tapi anda tak mungkin bisa menikmatinya sebelum memiliki mindset yang tepat.</p>
<p>Maka mulai detik ini, sejak anda membaca posting ini, lepaskan keterbatasan yang membelenggu pikiran anda. Misal dengan memiliki bayangan mendapat penghasilan Rp 10 juta/jam. Dengan begitu paling tidak anda sudah lebih dekat dengan kenyataan yang anda inginkan.</p>
<p>Karena bagaimanapun <a title="Sukses atau Gagal ada di tangan anda" href="http://www.jokosusilo.com/2008/02/29/sukses-atau-gagal-ada-di-tangan-anda/" target="_blank">sukses atau tidak ada di tangan anda sendiri</a>. Anda sendiri yang mengusahakan dan menikmatinya nanti. Kalau tak percaya, coba tanyakan pada diri sendiri, siapa yang akan menghargai bahwa setiap waktu anda begitu berharga kalau bukan anda sendiri? Nah, sudah siap dengan konsep penghasilan per jam seperti ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jokosusilo.com/2008/05/30/plus-minus-konsep-penghasilan-per-jam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>59</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

